Padang, inioke.com–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar menetapkan empat pasang calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar dalam pleno tertutup, Rabu (23/9).

Empat pasang calon tersebut, Mahyeldi-Audy Joinaldy yang diusung PKS dan PPP, Nasrul Abit-Indra Catri diusung Partai Gerindra, Fakhrizal-Genius Umar diusung Golkar, Nasdem dan PKB, serta Mulyadi-Ali Mukhni yang diusung Partai Demokrat dan PAN.

Pleno ini dipimpin Ketua KPU Sumbar, Amnasnen, didampingi komisioner lainnya, Gebril Daulai, Nova Indra, Izwaryani, dan Yanuk Srimulyani, serta Sekretaris Firman.

Dikatakan Amnasmen, keputusan KPU Sumbar nomor 51 tahun 2020 ini berdasarkan hasil verifikasi terhadap berkas calon dan pencalonan, serta pemeriksaan kesehatan.

Selanjutnya, setelah penetapan pasangan calon, KPU Sumbar akan melakukan pengundian nomor urut, besok (24/9). Pengundian nomor urut itu, harus memperhatikan protokol kesehatan. Masing-masing pasangan calon diharapkan tidak membawa massa simpatisan. Sebab yang diizinkan masuk untuk melihat pengundian nomor urut itu terbatas. Selebihnya bisa disaksikan melalui siaran langsung Facebook.

“Kita harapkan pasangan calon dan tim pemenangan memahami prosedur ini. Sebab kita berada dalam pandemi yang membuat proses pilkada ini berbeda dari sebelumnya,” ujar Amnasmen.

Baca juga :  Stabilitas Sistem Keuangan di Tengah Pandemi

Ditambahkannya, kemungkinan masyarakat dan pendukung agak kecewa. Namun itu harus dilakukan untuk melindungi pemilih dari covid-19, serta penyelenggaraan pilkada aman, damai dan sehat.

Hal senada juga dikatakan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Izwaryani, dimana dari sejak awal tahapan sampai hari pemungutan suara, hingga penetapan calon kepala daerah terpilih harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

Ditambahkan Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Sumbar, Nova Indra, pada dasarnya semua daerah baik provinsi, kabupaten dan kota sudah selesai melakukan pleno tertutup penetapan pada hari yang sama, dan tidak ada kendala berarti.

“Semua KPU se-Sumbar yang mengadakan pemilihan kepala daerah, saat ini sudah melakukan pleno tertutup dan tidak ada kendala berarti, dan tidak ada satu pasang calon yang teranulir, karena secara administrasi dan lainnya dinyatakan tidak bermasalah,” tutur Nova Indra.

Ia juga mengatakan, pleno KPU Sumbar sempat ditunda beberapa saat untuk memastikan keabsahan semua dokumen, termasuk pemeriksaan kesehatan yang dikeluarkan IDI. (ioc)