Solok, inioke.com–Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menegaskan pentingnya peran nagari dalam membentuk karakter generasi muda.

“Tugas nagari melatih dan mendidik anak kemenakan agar mereka tahu dengan adat istiadat, ninik mamak harus berperan terkait pemahaman adat, sako dan pusako,” ungkapnya pada kunjungan kerja ke Kantor Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok, Senin (10/8).

Menurut dia, pemahaman generasi muda terhadap kearifan lokal di Ranah Minang mesti dikembalikan.

“Pembiayaannya kita upayakan melalui kerjasama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota nantinya,” terang Wagub.

Disamping itu, tuturnya, pendidikan agama dan pendidikan karakter juga merupakan modal dasar bagi generasi muda guna menghadapi era globlisasi yang penuh dengan berbagai godaan.

“Termasuk bagaimana penerapan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS/ SBK),” katanya.

Menyoal investasi, Wagub menyayangkan adanya keluhan dari sejumlah investor. Provinsi Sumbar membutuhkan pembangunan di segala bidang. Akan sulit jika hanya mengandalkan APBD. Untuk itu diharapkan adanya dukungan dan kerjasama dari seluruh stake holder terkait.

“Sampai hari ini Sumbar dicap tertutup untuk investasi, persoalan tanah ulayat menjadi momok, bahkan pengusaha Minang sendiri enggan berinvestasi di Sumbar,” jelas Wagub.

Menyikapi ini, tutur Wagub, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah, tokoh masyarakat, niniak mamak, para perantau, pemuda dan kalangan investor guna pembangunan Sumbar kedepan.

Terakhir Wagub Nasrul juga menyinggung perlunya penerapan protokol kesehatan pada masa Pandemi Covid-19.

Baca juga :  Jurnalis dan BLK Pasaman Turun ke Jalan Bagi Masker Gratis

“Covid-19 ini berbahaya, kalau tidak kita ikuti protokol kesehatan. Kita harus menyesuaikan, adaptasi kebiasaan baru, mudah-mudahan vaksin Covid-19 segera ditemukan,” ucapnya.

Untuk itu pihaknya mengharapkan kedisiplinan masyarat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Camat Hiliran Gumanti, Romi Hendrawan dalam keterangannya mengatakan 77% wilayah administratif Kecamatan Hiliran Gumanti berada pada kawasan hutan lindung.

“Selebihnya merupakan areal pertanian dan perkebunan,” katanya.

Menyangkut tingginya curah hujan yang kerap mengakibatkan banjir di beberapa tempat, ia mengharapkan adanya program normalisasi sungai Batang Aia Kaciak.

Turut hadir jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumbar. Perangkat daerah Kecamatan Hiliran Gumanti, para kepala sekolah, wali nagari, tokoh masyarakat, niniak mamak, Polsek dan Koramil setempat.

Bermalam di Garabak Data

Keterbatasan infrastruktur yang meliputi akses transportasi dan ketiadaan jaringan telekomunikasi merupakan persoalan mendasar pada salah satu daerah tertinggal di Provinsi Sumatera Barat, Nagari Garabak Data.

Wagub meninjau secara langsung kondisi infrastruktur nagari yang didiami penduduk lebih kurang 2.000 jiwa ini.

“Kehadiran kami dalam rangka napak tilas, menindaklanjuti kunjungan gubernur beberapa tahun yang lalu, sejauh mana pembangunan berjalan,” ujarnya.

Disinggung mengenai pembangunan infrastruktur jalan dari Nagari Talang Babungo menuju Nagari Garabak Data yang melalui kawasan hutan lindung, Wagub mengatakan bahwa saat ini sedang diupayakan perizinannya ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca juga :  Warga Guguak Belum Berhasil Ditemukan

“Tahun 2019 kemaren sudah selesai DED nya, proses selanjutnya adalah mengurus hutan lindung, dan kemudian 2021 saya rasa sudah bisa dimulai,” ujar Wagub Nasrul.

Meski demikian pihaknya berharap agar masyarakat tidak beranggapan pemerintah tidak bekerja, karena ini juga menyangkut kemampuan keuangan daerah. Untuk itu pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak.

“Tugas kita di pemerintahan adalah membangun daerah tertinggal, kalau kota apa lagi yang mau dibangun,” ungkapnya.

Dirinya mengakui Sumbar sangat membutuhkan pembangunan di berbagai bidang. Untuk itu diharapkan adanya dukungan dan kerjasama dari seluruh stake holder terkait.

“Antara pemerintah, tokoh masyarakat, niniak mamak, para perantau, pemuda, maupun dengan kalangan investor,” ungkap Wagub Nasrul.

Dikatakan Wagub, dari 826 nagari di Sumbar, setidaknya terdapat delapan nagari yang tergolong daerah sangat tertinggal, salah satunya Nagari Garabak Data.

“Kedepan ini harus kita buka, jika persoalannya pada kawasan hutan lindung, kita selesaikan perizinannya, termasuk soal telekomunikasi, saya sampaikan, tolong ini menjadi skala prioritas,” sebut Wagub yang turut didampingi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat.

Meski demikian, dirinya memastikan pembangunan tidak bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Pasalnya pada tahun 2020, alokasi APBD Sumbar dialihkan untuk penanganan Pandemi Covid-19.

Baca juga :  Kepulauan Mentawai Mulai Dikarantina Wilayah

Selanjutnya Wagub Nasrul juga berpesan kepada generasi muda di Kanagarian Garabak Data agar jangan setengah-setengah dalam menuntut ilmu pengetahuan.

“Tingkatkan kemampuan, minimal bisa satu bahasa asing, bisa komputer. Kuasai teknologi, tapi jangan dikuasai teknologi,” tuturnya.

Sementara Wali Nagari Garabak Data, Pardinal menuturkan bahwa peningkatan status jalan adalah urat nadi masyarakat. Dihadapan Wagub ia menyampaikan keluh kesah warganya yang telah berlangsung lama.

Dikarenakan sulitnya akses transportasi ia mengakui harga berbagai barang kebutuhan dasar di daerah yang dilingkupi kawasan hutan lindung ini cukup tinggi.

“Semen disini Rp. 125.000,- satu sak, bensin Rp. 15.000,- per liter, mudah-mudahan dengan kedatangan Pak Wagub, ada perubahan nantinya,” sebutnya.

Salah seorang tokoh masyarakat, M Dahar Dt Rajo Intan menuturkan hal yang senada. Akses jalan yang berada di kawasan hutan lindung, tuturnya, jangan sampai menjadi penyebab masyarakat di daerah ini tidak bisa mengenyam kehidupan yang lebih layak.

“Terima kasih atas kedatangan Pak Wagub, permintaan kami, disamping lindungi hutan, mohon lindungi juga masyarakat,” pintanya.

Pada kesempatan ini jajaran Pemprov Sumbar juga menyerahkan berbagai bantuan, diantaranya perlengkapan sholat berupa kain sarung, mukena, sajadah, Alquran, sound system untuk kebutuhan mesjid serta sejumlah bibit tanaman. Disamping itu juga diserahkan bantuan perlengkapan protokol kesehatan Covid-19. (ioc/rilis)