Agam, inioke.com–Tren penularan virus corona dalam beberapa hari terakhir menyasar tenaga kesehatan. Di Agam, dari 14 orang positif corona, 10 orang merupakan tenaga kesehatan. Melihat sangat mudahnya tenaga kesehatan yang terpapar, Bupati Agam Indra Catri nampaknya belum puas dengan cara kerja puskesmas dalam mengidentifikasi pasien terduga COVID-19.

“Puskesmas kita harus kuat, artinya mampu melayani warga terpapar tanpa terpapar,” kata Indra Catri, Sabtu malam (9/5).

Untuk melihat cara puskesmas melayani masyarakat di tengah wabah COVID-19, Indra Catri mengkhususkan waktu mengunjungi 4 puskesmas, antara lain Maninjau, Matur, Pakan Kamih, dan IV Koto, Sabtu.

Ia ingin mengetahui ketangguhan seluruh puskesmas di Agam dalam melayani pasien yang datang, khususnya yang terkait dengan COVID-19. Puskesmas yang dikunjunginya dilakukan uji coba dan simulasi khusus.

“Uji coba atau simulasi perlu dilakukan secara berkala terutama dalam menjaga dan meningkatkan kesiagaan keterampilan tim dalam bekerja. Apalagi dalam melayani pasien COVID-19 kesalahan sekecil apapun bisa menimbulkan akibat yang fatal,” sebut Indra Catri.

Baca juga :  Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Sumbar Mampu Tampung 600 Pasien Positif

“Satu orang petugas laboratorium membuat kelalaian bisa saja membuat petugas lainnya terpapar. Kemudian mentransmisikannya kepada banyak orang. Setelah itu menjadi panjang dan lebar ceritanya,” tambahnya.

Ia mencontohkan banyak rumah sakit di Indonesia karena kurang awas dokter dalam bekerja menyebabkan terpaparnya petugas cleaning servis, sopir ambulans hingga pegawai non medis.

“Yang kita hadapi saat ini bukan kondisi biasa. Oleh sebab itu sikap, perilaku, serta cara berfikir dan perlengkapan kita dalam bekerja pun tidak bisa seperti biasa. Maka petugas kesehatan kita walaupun sudah hebat tetap perlu secara berkala melakukan simulai bersama timnya agar lebih meyakinkan lagi. Apa kaji dek baulang, pasa jalan dek batampuah,” imbuhnya.

Ditegaskan Indra Catri, semua yang terlibat harus dilihat sebagai bagian dari tim.

“Karenanya sopir, cleaning servis, pegawai non medis harus tunduk kepada suatu komando yakni kepala puskesmas. Seluruh tenaga medis harus bekerja sesuai dengan protap. Kalau tidak bisa babak belur kita,” terang Indra Catri .

Lebih jauh dijelaskan Indra Catri, fokus Agam ke depan adalah penerapan social dan physical distancing, serta memastikan masyarakat menggunakan masker, menjaga jarak, menjaga kesehatan, di rumah saja, serta stop hoaks corona. Selanjutnya, tes menyeluruh guna menghijaukan zona kuning dan merah.

Baca juga :  Teks Pengobatan Tradisional dalam Naskah-naskah Koleksi Surau Parak Laweh Pariangan

“Terakhir tracing dan swab, melacak segera terjadinya transmisi lokal dan warga terpapar,” tutup Indra Catri .

Dalam kunjungan hari ini yang tergabung dengan Tim I Monitoring Ramadan Agam terlihat lengkap. Bupati Agam didampingi Ketua Harian Gugus Martias Wanto yang juga Sekda Agam, Kepala Bappeda Welfizar, Kepala Dinas PU TR Hamdi, Kadistan Arief Restu, Kadis PMN Teddy Marta, Kadis Parpora Syatria, Kabag Kesra Surya Wendri dan Kabag Protokol Khasman. Turut hadir jajaran Dinas Kesehatan Agam dan sejumlah dokter. (gyn)