Pariaman, inioke.com–Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, melakukan pengukuhan kelompok Pendamping Desa Berdikari (PDB) Kota Pariaman.

“Saya datang ini karena ada pengukuhan pendamping desa berdikari sesuatu terobosan baru yang luar biasa. Karena itu, tidak pertemuan hanya bersifat virtual, ini mesti saya saksikan langsung menjadi bahan saya untuk mengejek yang lain terhadap apa yang dibuat Wali Kota Pariaman dapat di contoh bagi daerah lain. Soalnya pasti ada Bupati dan Walikota tersinggung hingga kegiatan hal serupa ini dapat dijalankan,” gurau Abdul Halim Iskandar dalam sambutnya, di Aula kantor Walikota Pariaman, Jum’at (23/7)

Mendes PDTT juga tegaskan saat ini dalam pembangunan desa berdasarkan Millenium Development Goals (MDGs).

“Karenanya dalam konteks menurunkan angka kemiskinan, pembangunan desa berorientasi MGDs. Ada kategori desa sehat dan sejahtera, desa bersetara gender dan desa air bersih dan sanitasi. Dan saat angka stunting kita di desa-desa sangat tinggi,” ungkapnya.

Abdul Halim Iskandar juga mengatakan kenapa pembangunan desa berorientasi pada MDGs, agar dunia tahu bahwa desa di Indonesia itu setara kondisi perkotaan di berbagai negara di dunia.

Baca juga :  GMKF Flamboyan dan Komite Peduli Bencana Semprotkan Disinfektan di Anyelir

“Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitmen untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional, memajukan desa dalam upaya menangani penyelesaian isu-isu yang sangat mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia, perdamaian, keamanan, dan pembangunan kelangsungan hidup bangsa,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Desa, Syafrizal Ucok, menyampaikan berdasarkan undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa menjadi salah satu jawaban permasalahan yang ada di Desa.

“Dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan desa dan kawasan pedesaan yang berkelanjutan sesuai dengan permendes PDT nomor 2 tahun 2016, pemerintah telah menetapkan target status kemajuan dan kemandirian desa berdasarkan indeks Desa Membangun (IDM),” katanya.

Syafrizal Ucok juga menyampaikan, awalnya Sumbar daerah sangat tertinggal 51 desa/nagari, tertinggal 328 nagari, status berkembang 374 nagari, status maju 120 nagari, status mandiri sebanyak 7 nagari. Sedangkan, dana desa yang telah diluncurkan sejak tahun 2015 sampai 2020 telah mencapai Rp4.304.747.315.000.

“Penurunan dan peningkatan status nagari sangat tertinggal tahun 2016, 51 nagari turun tahun 2020 menjadi 4 nagari. Status tertinggal 2016, 328 turun tahun 2020 menjadi 66 nagari. Status nagari berkembang tahun 2016, 374 naik tahun 2020 menjadi 466 nagari. Status maju 2016, 120 naik tahun 2020 menjadi 347 nagari. Status mandiri 2016, 7 nagari, naik 2020 menjadi 45 nagari,” ungkapnya.

Baca juga :  Target Tes Swab 1000 Pedagang Pasar Raya Padang Belum Tercapai, Dilanjutkan Rabu Nanti

Wali Kota Pariaman Genius Umar, menyampaikan adanya Pendamping Desa Berdiri untuk sosialisasi, memudahkan dan percepatan pembangunan desa menjadi sehat dan sejahtera. (ioc/rilis)