Simpang Empat (inioke.com) – Lembaga Permasyarakatan Terbuka Kelas II B Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) ingin mewujudkan ketahanan pangan sesuai resolusi permasyarakatan 2020.

“Kita memiliki luas lahan keseluruhan termasuk perkantoran dan perumahan seluas 20 hektare. Saat ini sudah ada sebagian haktare tanaman yang tertanam dan panen,” kata Kepala Lembaga Permasyarakatan Terbuka Kelas II B Pasaman Azhar di Simpang Empat, Kamis.

Ia mengatakan saat ini tanaman unggul di Lapas terbuka adalah tanaman jagung pipilan. Sekitar delapan haktare haktare sudah tertanam dan empat hektarenya sudah panen.

Selain itu juga direncanakan menanam satu haktare semangka, membuat kolam ikan seluas satu hektare, membuat peternakan ayam dan usaha pertanian lainnyam

“Kita akan mengoptimalkan lahan yang ada dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan,” katanya.

Dalam melakukan penanaman pangan yang ada, pihaknya melibatkan narapidana atau warga binaan sebagai pekerja sebagai bentuk pembinaan sebelum mereka selesai menjalani hukuman.

“Kita mendorong agar warga binaan merasan ikut memiliki dan semakin semangat bekerja dan memiliki tanggung jawab. Hal itu merupakan bekal sebelum mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Pemkot Pariaman bersama TNI-Polri gelar apel siaga bencana

Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja Bakri didampingi Kasubsi Perawatan Narapidana Rony menambahkan usaha itu juga bisa memberikan pendapatan bagi narapidana selama menjalani hukuman.

“Lapas kita tidak pakai tembok tetapi terbuka. Sehingga pembinaan yang dilakukan berbeda dengan Lapas atau Rutan yang tertutup. Pendekatan secara kekeluargaan itu yang utama,” katanya.

Saat ini jumlah narapidana di Lapas Terbuka Pasaman berjumlah 17 orang dengan 31 orang petugas Lapas.

“Mudah-mudahan jumlah warga binaan atau narapidana nantinya bisa bertambah di Lapas Terbuka,” harapnya.

Pewarta : Altas Maulana
Editor: Joko Nugroho
(ANT)