Jakarta, inioke.com–Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional ke XXVIII akan digelar pada November 2020 di Sumatera Barat dengan menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Menag Fachrul Razi usai menerima laporan Gubernur Sumatera Barat dan rombongan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis. Menag mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum tuntas dan masyarakat saat ini berada pada tahap adaptasi kebiasaan baru.

“Event Nasional MTQ XXVIII di Sumatera Barat tetap dilaksanakan. Tolong ditata dengan baik pelaksanaan MTQ Nasional XXVIII di Sumbar. Kalau di tata dengan baik, semua pasti bisa. Antisipasi dan aspek protokol kesehatan sangat penting, karena peserta dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Penerapan protokol kesehatan, lanjut Menag, harus dilakukan sejak sebelum peserta dari berangkat dari provinsinya masing-masing. Karenanya, sosialisasi menjadi penting. Protokol kesehatan juga harus diterapkan saat kontingen sampai di lokasi.

“Ini momen besar, dan semua pihak akan berpartisipasi, dan kita akan tekankan kepada Kementerian/Lembaga terkait untuk mensukseskan acara MTQ ini. Sumbar sudah siap, dan ke depan untuk sama-sama mengajak masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan,” kata Menag.

Baca juga :  Gubernur Sumbar Bakal Usulkan Perda tentang Penerapan New Normal

Menag juga menegaskan agar semua panitia dan pihak yang terlibat pada MTQ Nasional XXVIII ini mematuhi protokol kesehatan.

“Kesiapan yang sudah baik, dan pematangan kesiapan secara teknis terkait protokol kesehatan. Moment MTQ XXVIII ini juga menjadi ajang menuangkan inovasi-inovasi terkait MTQ Nasional di tengah Covid-19. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” tutup Menag.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, menyampaikan rencana launching gelaran MTQ Nasional XXVIII pada 24 Juli 2020. Launching MTQN akan dilakukan secara virtual.

“Kami mengusulkan launching MTQ Nasional XXVIII ini pada 24 Juli 2020 secara virtual. Adapun acara utamanya pada 12-21 November 2020. Kalau di Sumbar, Covid-19 sampai saat ini sudah melandai, sudah banyak zona hijau. Kita sudah nomor satu zona hijau di Sumatera Barat. Tidak ada zona merah lagi, kebanyakan hijau dan kuning,” sambungnya.

Meski demikian, Irwan menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ akan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, peserta MTQ Nasional akan datang dari berbagai provinsi di Indonesia.

“Yang menjadi pertimbangan adalah peserta MTQ N XXVIII adalah dari seluruh Indonesia. Jadi, semua harus memperhatikan protokol kesehatan. Antisipasi protokol kesehatan di setiap kegiatan, harus ada kepastian negatif/positif peserta dan panitia MTQ Nasional XXVIII,” tegas Irwan.

Baca juga :  Gubernur Sumbar Serahkan Persoalan Defenisi Zona Hijau kepada Gugus Tugas Nasional

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menyampaikan terimakasih atas kunjungan Gubernur Sumbar untuk menyampaikan progress kesiapan pelaksanaan MTQ N XXVIII di Sumbar.

“MTQ XXVIII ini adalah event nasional, keterlibatan Pemda yang luar biasa dan Kementerian terkait,” kata Kamaruddin Amin.

Kamaruddin menyampaikan bahwa jenis lomba MTQ Nasional XXVIII ada 8 kategori yakni Cabang Seni Baca Al-Qur’an (tilawah), Cabang Qiraah Sab’ah, Cabang Hifzhil Qur’an, Cabang Tafsir, Cabang Khatil Qur’an, Cabang Fahmil Qur’an, Cabang Syahril Qur’an, dan Cabang lomba Menulis Makalah Ilmiah Al Qur’an (M2IQ). MTQ Nasional akan diikuti sekitar 1.924 orang peserta.

“Terimakasih kepada Gubernur Sumatera Barat yang telah mempersiapkan gelaran MTQ Nasional ini,” tutup Kamaruddin.

Tampak dalam pertemuan, Sekda Prov Sumbar Alwis, Karo Bintal Kesra Prov Sumbar Syaifullah dan Kakanwil Kemenag Prov Sumbar Hendri Bukhari. Dari Kementerian Agama hadir juga Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Sekretaris Dirjen Bimas Islam Tarmizi Tohor, Direktur Urais Muhammad Agus Salim, Direktur Penais Juraidi dan jajaran Ditjen Bimas Islam lainnya. (ioc/rilis)

Baca juga :  Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1441 H Jatuh pada Minggu