Padang, inioke.com–Masih banyak orang masuk Sumbar, meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diberlakukan. Bahkan, Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19, juga sudah diterapkan.

Untuk itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, akan mempertegas lagi pelaksanaan aturan tersebut. Ia menutup pintu perbatasan Sumbar serta melarang kendaraan masuk dan keluar Sumbar. Bagi yang nekat akan disuruh berputar balik ke arah asal perjalanan.

“Mulai Senin, posko perbatasan akan dijaga oleh aparat Kepolisian dan TNI sehingga tidak ada yang bisa lolos lagi,” katanya.

Penutupan perbatasan Sumbar ini agar tidak terjadi penambahan orang masuk Sumbar dan melaksanakan aturan pemerintah soal larangan mudik.

Berdasarkan Data Gugus Tugas COVID-19 Sumbar, jumlah orang yang masuk ke Sumbar dari 31 Maret hingga 25 April tercatat 122.326 orang. Selama pelaksanaan PSBB dan penerapan Permenhub Nomor 25/2020, perharinya masih berada di atas 1.000 orang, seperti pada 24-25 April, mencapai 1.737 orang yang lolos masuk Sumbar. Meski jumlah ini berkurang dari sebelum pelaksanaan PSBB dan penerapan Permenhub Nomor 25/2020 yang mencapai sekitar 4.531 orang perhari.

Baca juga :  Amankah Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19?

“Dengan penutupan perbatasan untuk kendaraan umum, selain kendaraan yang dikecualikan, diharapkan tidak ada lagi orang lolos masuk ke Sumbar,” ujar Irwan.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Sumbar, Dedy Diantolani, menyebutkan pihak yang berwenang untuk menghentikan dan melarang angkutan darat masuk Sumbar itu adalah Polri, TNI dan Kementerian Perhubungan.

Tiga instansi itu baru mulai aktif bertugas di pos perbatasan menggantikan petugas Satpol PP, Senin (27/4). Dengan demikian, Permbenhub 25/2020 juga bisa efektif dilaksanakan di saat yang sama.

“Sebelumnya kami bertugas mencatat orang yang masuk Sumbar serta menerapkan pembatasan selektif. Saat PSBB diterapkan kami tidak berwenang merujuk Permenhub 25/2020 itu,” ujar koordinator lapangan pemeriksaan di perbatasan provinsi Sumbar tersebut. (gyn)