Padang, inioke.com–Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 diyakini bakal sukses dan aman dari penyebaran Covid-19.

Optimisme ini hadir dalam diskusi hangat Anggota Komite I DPD RI, Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, bersama Ketua KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani, Komisioner Amnasmen, Sekretaris Firman, dan Kepala Bagian Keuangan, Umum dan Logistik Arlis, serts Kepala Sub Bagian Teknis dan Hupmas Jumiati, Kamis (8/12).

“Penjelasan Ketua KPU Sumbar, Komisioner, Sekretaris dan para Kabag terkait seputar persiapan pilkada Sumbar sangat melegakan. KPU benar-benar telah berupaya menjadikan pilkada aman dan sukses. Semoga tidak ada klaster baru penyebaran covid-19 setelah pilkada,” tegas Leonardy.

KPU, kata Leonardy, juga telah menyiapkan SIREKAP MOBILE untuk mengirimkan foto dan hasil perhitungan di tingkat TPS dan SIREKAP WEB untuk kepentingan rekapitulasi. Penggunaannya telah disimulasikan pada 25 November 2020, 29 November s/d 1 Desember 2020 dan 5 s/d 7 Desember 2020.

Leonardy menyatakan bahwa pilkada dikatakan aman karena Ketua KPU Sumbar telah memberikan penjelasan seputar logistik pemilu yang sudah didistribusikan ke KPU Kabupaten/Kota dan telah sampai ke 12.588 TPS se Sumbar. Kekurangan surat suara dan kotak suara telah pula diserahkan. Terakhir ke KPU Kota Bukittinggi pada pagi tadi. Sebelumnya alat pelindung diri telah terlebih dahulu didistribusikan.

Baca juga :  Berbagai Media Dunia "Mengecam" Tindakan Amerika Setelah Kematian George Floyd 

Leonardy menyebutkan, memang jelang pilkada telah terjadi beberapa hal yang memunculkan kekhawatiran. Persoalan masih ada 50.000 pemilih khusudnya milenial yang belum memiliki KTP elektronik, logistik pemilu yang masih kurang, 6.729 orang dari 112.932 petugas KPPS dan Linmas yang reaktif hasil rapid test mereka dan harus menjalani tes usap (swab test). Lalu beberapa ratus orang diantaranya dinyatakan positif covid-19 dan tidak dibolehkan bertugas sebagai anggota kelompok petugas pemungutan suara (KPPS).

“Terakhir 168 orang yang telah menjalani swab test itu dinyatakan positif covid-19 dan harus menjalani isolasi. Ada 1.299 KPPS yang reaktif hasil rapid testnya telah mengundurkan diri dan telah dilakukan penggantiannya. Artinya petugas yang sehat saja yang bertugas,” ulas Leonardy.

Meski demikian, Leonardy menyatakan bahwa pemilih harus tetap menjaga keselamatan diri sendiri dengan mengenakan masker. Sebelum masuk TPS disarankan cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer yang disediakan serta dicek suhu tubuhnya sebelum memasuki TPS. Jika suhu tubuh sangat tinggi (lebih dari 37,3 derajat celcius) maka pemilih bersangkutan tidak diizinkan masuk ke TPS.

Baca juga :  ASN Padang Panjang Puasa Perjalanan Dinas

Data pemilih dicek lalu ditandai oleh petugas dan disuruh menunggu giliran. Saat akan mencoblos, pemilih diberi kertas suara dan sarung tangan plastik sehingga meminimalkan perpindahan virus corona lewat paku yang digunakan secara bergantian.

“Setelah mencoblos, sarung tangan dibuang dan tinta tanda telah mengunakan hak pilih diteteskan kepada pemilih. Bukan lagi dengan mencelupkan tangan ke botol tinta seperti pemilihan-pemilihan sebelumnya,” urainya.

Jika telah diatur sedemikian rupa dan waktu pemberian suara pun di atur agar tidak terjadi penumpukan pemilih di TPS, maka besar kemungkinan pilkada 9 Desember 2020 aman dari penyebaran covid-19.

“Maka sangat perlu memberi pemahaman kepada masyarakat untuk mengamankan diri mereka dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama di TPS alias 3M. Awasi dan ingatkan petugas agar melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya mengingatkan.

Paling penting dari semua itu, lanjutnya, pemilih yang belum memiliki e-KTP masih bisa melakukan rekam e-KTP pada tanggal 9 Desember. Dinas Dukcapil telah menyanggupi membuka layanan demi kesuksesan pilkada. Surat keterangan telah melakukan rekam e-KTP bisa digunakan agar bisa memilih.

Baca juga :  Dokter Andani : Sumbar Layak Menyelenggarakan Pilkada 2020

Mereka yang diisolasi akibat Covid-19 juga dijamin KPU Sumbar tetap bisa menggunakan hak pilihnya. Ada dua opsi yang disiapkan, untuk tempat yang petugas KPU bisa masuk, maka pemungutan suara dilakukan di hadapan petugas KPU dan Satgas Covid-19. Sementara di rumah sakit yang tidak boleh masuk ke sana, KPU mempersiapkan petugas satgas covid-19 yang telah disumpah untuk tetap netral dan menjaga kerahasiaan pemilih.

“Bagaimanapun bagusnya persiapan yang dilakukan oleh KPU Sumbar, pilkada akan lebih baik lagi jika pemilih disabilitas yang berjumlah 11.855 orang diberikan kemudahan dalam memberikan suara. Mohon diperhatikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas menuju TPS, selama di TPS,” pungkasnya. (ioc/rls)