Penyebaran wabah Corona Virus Disease (COVID-19) terhadap pasien perlu dicemaskan, dan itu menjadi perhatian Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang. Karena itu, jumlah pembesuk telah dibatasi. Saat ini di dalam ruang perawatan hanya diperbolehkan satu orang keluarga yang mendampingi pasien. Karena pasien rentan sekali tertulari penyakit, dan perlu dilindungi.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang Gustafianof di Padang, Sabtu mengatakan hal tersebut. Gustaf menjelaskan, biasanya RSUP M Djamil tidak pernah membatasi jumlah pembesuk. Setiap keluarga pasien yang hendak membesuk boleh saja masuk untuk menjenguk pasien.

“Biasanya dalam satu hari terdapat dua kali jam besuk yang diberlakukan untuk keluarga pasien yaitu pada 11.00 WIB sampai 13.00 WIB dan 16.00 WIB sampai 18.00 WIB,” kata dia.

Ia juga mengatakan, untuk saat ini RSUP M Djamil Padang masih menyosialisasikan ke masyarakat terkait pembatas pembesuk. Mulai Minggu, 22 Maret, sampai waktu yang belum ditentukan, peraturan tersebut akan diterapkan dengan membatasi jumlah pembesuk. “Diharapkan masyarakat dapat memaklumi, karena bertujuan demi kepentingan bersama,” kata dia.

Baca juga :  Satpol PP Tanah Datar Bagikan Masker ke Pedagang Pasar Batusangkar

“Apabila kondisi wabah COVID-19 di Indonesia sudah mulai menurun, maka terkait pembesuk dan jam kunjungan akan diberlakukan seperti biasa,” kata dia.

Selain membatasi pembesuk, lebih lanjut ia mengatakan RSUP M Djamil Padang tetap melakukan pemeriksaan suhu tubuh pengunjung dengan menggunakan alat termometer infrared dan menyediakan cairan pembersih tangan untuk pencegahan penyebaran COVID-19.

“Alat ini sudah kita gunakan sejak beberapa hari yang lalu untuk memeriksa suhu tubuh setiap keluarga pasien yang akan memasuki ruang perawatan,” kata dia. (Ant)