Padang, inioke.com–Tiga orang diantara 72 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Malaysia mengalami demam dan batuk.

Melihat kondisi kesehatan perantau yang dikarantina di PPSDM Baso, Agam, itu statusnya dinaikkan dari pelaku perjalanan dari daerah terjangkit (PPT) menjadi orang dalam pantauan (ODP). Saat ini, 72 orang TKI dari Malaysia yang pulang melalui Dumai, Provinsi Riau, tersebut dikarantina di PPSDM Baso.

“Kita setiap hari dapat laporan dari tim karantina. Kemarin ada 3 orang TKI yang dikarantina di PPSDM Baso mengalami demam dan batuk, sehingga naik statusnya menjadi ODP, dan akan dikoordinasikan ke RSAM untuk segera dilakukan test swab,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumbar, Jasman Rizal, Sabtu (25/4).

Jasman menambahkan, hingga saat ini, warga yang masih di karantina dengan rincian, ODP sebanyak 22 orang, PPT sebanyak 72 orang, OD-CPR sebanyak 18 orang.

“Jumlah ini akan berubah setelah hasil pemeriksaan selesai di PPSDM Baso,” ujarnya.

Lolos di perbatasan Sumbar

Baca juga :  Pemko Padang Optimis Bebas Covid-19 pada 29 Mei Nanti

Ketika meninjau posko perbatasan Sumbar di Pangkalan, Koto Baru, Limapuluh Kota, Kamis (23/4), Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mendapat laporan ada dua bus pariwisata membawa penumpang perantau berasal dari Malaysia berangkat dari Dumai, Provinsi Riau.

“Memang benar, ada dua bus pariwisata masuk kewilayah Sumbar. Bus tersebut berangkat dari Dumai, Riau. Setelah diperiksa, ketahuan mengangkut 101 orang tenaga kerja Indonesia yang baru pulang dari Malaysia,” ucap Nasrul Abit.

Menurut laporan petugas di perbatasan, kata Nasrul Abit,  sebelum sampai di Bukittinggi, sudah ada penumpang yang turun di perjalanan, sehingga tersisa 76 penumpang.

Dua bus itu dihentikan di Pos Pemeriksaan Garegeh, sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (23/4) lalu.

Kepala Bagian Humas Pemko Bukittinggi Yulman mengatakan, pihaknya menolak kedatangan bus tersebut.

“Mereka datang dari Malaysia , sesampai di Indonesia, mereka menggunakan bus sewaan dengan tujuan Bukittinggi,” ungkapnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah mengambil tindakan terhadap perantau yang berjumlah 76 orang tersebut. Dengan rincian 72 orang di karantina di PPSDM Baso dan 4 orang isolasi mandiri di rumah, yaitu 1 orang di Kelurahan Balai Panjang Kota Payakumbuh dan 3 orang di Nagari Suayan Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota. (ion)

Baca juga :  Hari Pertama Klik dan Coklit Serentak, KPU Sumbar Datangi Rumah Artis Minang Kintani