Pasbar, inioke.com–Jika sebelumnya, petani di Talu, Pasaman Barat, hanya bertanam padi sekali setahun, saat ini sudah menerapkan tanam padi dua kali setahun. Sebagai ungkapan rasa syukur atas panen tahun ini, petani menggelar Malapeh Niaik Kawua Panen Raya Nagari Talu. Dalam kegiatan tersebut, kelompok tani mengungkapkan rasa syukur dengan berzakat dan makan bersama di Halaman rumah gadang Jorong Patomuan Nagari Talu Kecamatan Talamau, Senin (2/11).

Lahan sawah di Kecamatan Talamau saat ini mencapai 1.160 ha dan lebih dari 90 persen sudah bertanam dua kali dalam setahun. Kekompakan masyarakat Talu dengan niniak mamak, alim ulama, pemerintah setempat sangat terjalin dengan baik.

Pjs Bupati Pasbar Hansastri, mengapresiasi petani di Talamau, karena, selama ini petani bertanam hanya sekali setahun, sekarang sudah bisa dua kali setahun. Sehingga, para petani bisa meningkatkan perekonomiannya dengan panen dua kali setahun. Di samping itu, kata Hansastri, juga membuktikan bahwa Dinas Pertanian baik Provinsi maupun Kabupaten Pasbar telah berhasil memberikan penyuluhan kepada petani.

Baca juga :  Hari Ketiga Reses Masa Sidang II, Desrio Putra Menjeput Aspirasi di Koto Panjang

“Kami mengapresiasi semangat dan prestasi dari para petani di Talamau yang selama ini panen hanya sekali setahun. Maka hari ini dibuktikan untuk panen dua kali setahun. Untuk itu, dari Pemkab Pasbar juga akan memberi semangat dan motivasi dengan memberikan bantuan bibit padi sebanyak 6000 ton lebih kepada Kelompok Tani yang ada di Talamau,” kata Hansastri.

Selain itu, Pemda juga mengapresiasi petani yang telah menunaikan zakatnya. Karena hal itu merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas panen yang berlimpah dan dua kali dalam setahun.

“Kami juga mengapresiasi kepada petani yang telah mampu berzakat kepada Baznas. Semoga ini bisa dipertahankan serta dipelihara jika rezeki kita tetap mengalir,” ujar Hansastri.

Hansastri juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan tetap menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan hindari kerumunan.

“Kecuali kalau ibu dan bapak semuanya di sawah. Kalau sedang keluar rumah seperti ke pasar wajib pakai masker. Untuk melindungi saudara kita, keluarga kita dan masyarakat Kabupaten Pasaman Barat. Karena, kasus positif Covid-19 setiap hari selalu meningkat,” tandas Hansastri.

Baca juga :  Kasus Positif COVID-19 di Sumbar Masih Didominasi Kota Padang

Sementara itu,Tuanku Bosa Talu Fadlan Maalip menyampaikan masyarakat Talu sudah membuktikan jika bisa mewujudkan impian bersama dengan bercocok tanam dua kali setahun.

“Alhamdulillah, apresiasi kepada petani juga ditunjukkan oleh anggota dewan kita dengan memberikan alat pertanian hand tracktor, benih. Semoga dengan ini petani kita semakin semangat lagi, begitu juga dengan membayar zakat,” kata Tuanku Bosa Talu Fadlan Maalip.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Zulfikar yang juga ketua panitia. Di Talamau ada 30 kelompok tani dengan anggota lebih dari 1500 orang dan 500 orang sudah berzakat.

“Kami mengucapkan rasa syukur atas apa yang telah kami raih dengan cara berzakat. Ini tidak terlepas dari bimbingan Tuanku Bosa dan Dinas Pertanian yang telah meyakinkan kami untuk bertanam dua kali setahun. Selain itu, kami juga mengharapkan perhatian pemerintah dengan bantuan pupuk subsidi dan alat pertanian. Karena, pupuk sangat kami butuhkan,” harap Zulfikar.

Malapeh Niaik Kawua ini juga dihadiri anggota DPRD Sumbar Yunisra Syahiran, Kepala Dinas Pertanian Sumbar Syafrizal, Anggota DPRD Pasbar Sifrowati Yulianto, Muhammad Guntara, Baharuddin R, Serli Puspita Sari, Adriwilza, Kemenag Pasbar Muhammad Nur, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sukarli, Kepala OPD, camat dan stakeholder terkait lainnya. (ioc/rls)

Baca juga :  Penerbangan ditutup, seorang warga China terjebak di Limapuluh Kota