Seorang mantan marinir AS, Paul Whelan dihukum 16 tahun kerja paksa atas tuduhan memata-matai Rusia

Ia ditangkap di sebuah kamar hotel di Moskow 18 bulan lalu dengan sebuah USB flash drive berisi rahasa negara sebut pemerintah Rusia.

Pengadilan Kota Moskow memutuskan bersalah karena memiliki informasi yang rahasia.

Whenam –yang juga warga negara Inggris, Kanada dan Irlanda, mengecam persidangan tertutup itu sebagai sebuah “tipuan”.

Duta Besar AS di Moskow, John Sullivan, mengutuk pengadilan itu tidak adil dan tidak transparan dan hukuman itu akan merusak hubungan Rusia-AS.

“Pengadilan rahasia ini tidak memiliki bukti  yang dihasilkan dan merupakan kengerian bagi hak asasi manusia dan norma hukum internasional,” kata salah seorang juru bicara kedutaan.

Siapa Paul Whalen?

Paul Whalen (50), adalah seorang yang memiliki empat kewarganegaraan –AS, Kanada, Inggris dan Republik Irlandia.

Berasal Novi, Michigan (AS), ia lahir di Kanada dari orang tua Inggris dan pindah ke AS ketika kecil.

Catatan militer menunjukan ia bergabung dalam Marinir AS pada 1994, sekitar enam tahun setelah memulai karir sebagai polisi di Michigan.

Baca juga :  Giliran Tukang Pijat Kena Corona

Ia mengikuti dua kali penugasan di Iraq, pada 2004 dan kemudian 2006. Saat bertugas di marinir, ia pertama kali mengunjungi Rusia dan mengunjugi negara itu lagi dalam beberapa kali.

Paul Whelan ditangkap di kamar hotelnya di pusat kota Moskow pada 2018. Ia mengatakan akan menghadiri sebuah pernikahan ketika seorang teman lama muncul secara tiba-tiba. Kemudian, petugas keamanan menangkapnya karena memiliki rahasia negara.

Setelah keputusan pada Senin (15/6), pihak keluarga menyatakan bahwa sistem hukum Rusia tidak adil.

Dalam pernyataan itu, mereka mengatakan, “Keputusan pengadilan tidak lengkap pada potongan terakhir dari proses yudisial yang rusak. Kami berharap pengadilan akan menunjukan independensi, tetapi hakim-hakim Rusia sangat politis dan tidak adil.” (patra)