Bukittinggi, inioke.com–Hamparan kebun salak yang luas sedang berbuah menjadi destinasi wisata baru di Bukittinggi.¬†Lokasinya di Ngarai Lumpuah, atau 200 meter di Jalan Raya Panorama Baru, di RT 1 RW 1 Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.

Kebun salak seluas 400 meter persegi ini bernama Agrowisata Indosiar, yang dikelola oleh Abdul Halim beserta keluarganya. Nama Indosiar diambil dari gabungan nama orang tua Indo dan Siar.

Kebun salak Indosiar berada di tepian Ngarai Sianok, suasananya begitu asri dan teduh, serta sangat layak dikunjungi, terutama wisawatan keluarga.

Abdul Halim mengatakan, kebun ini ditanam varietas salak pondoh asal Sleman sejak 2005 dan memasuki masa panen pada 2008, serta terus berbuah hingga sekarang karena dirawat dengan telaten.

“Dahulunya di Panorama Baru ini varietas unggulannya adalah jeruk madu. Namun, karena ada penyakit, jeruk madu tidak lagi menghasilkan. Pemerintah saat itu menyarankan warga untuk menanam salak, kami ikut saran itu dan menghasilkan hingga sekarang,” ucap Abdul Halim.

Baca juga :  Hidayat : Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Jangan Main-main Soal Web PPDB 2020 Error

Kebun salak Indosiar, sangat terkenal di kalangan siswa sekolah, sebab banyak guru membawa siswa seperti anak TK maupun SD ke sini dalam rangka pengenalan dan edukasi mengenai tumbuhan terutama salak.

“Untuk biaya masuk, gratis. Harga 1 kilogram salaknya 20 ribu, bisa dipetik langsung di dalam kebun. Silahkan datang jam 8 hingga sore hari,” sebutnya.

Bagi pengunjung, tak usah takut kehabisan salak, sebab salak ini berbuah terus sepanjang tahun. Disamping melihat pohon salak yang berjejer rapi itu, pengunjung bisa pula melihat berbagai tanaman lain semisal jambu, durian, buah naga, jagung serta sejumlah tanaman lain.

Agrowisata Indosiar, sangat direkomendasikan untuk dikunjungi sebab lokasinya benar-benar elok dan pemiliknya pun ramah. (ioc)