Padang, inioke.com—Memasuki hari kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) aktivitas masyarakat di luar rumah masih terlihat, Kamis (23/4). Begitu juga dengan anjuran memakai masker dan larangan berboncengan dengan kendaraan roda dua. Masih terlihat masyarakat yang enggan menggunakan masker bepergian dan berboncengan dengan sepeda motor.

Pemandangan ini tidak jauh berbeda dari hari pertama kemarin (22/4), masih banyak masyarakat yang keluar rumah di Sumbar. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau Posko Check Point di Kota Padang juga menyaksikan hal tersebut, kemarin.

“Dari hasil peninjauan beberapa titik cek poin, masih banyak masyarakat yang keluar rumah dengan alasan yang tidak penting,” katanya.

Irwan mengunjungi posko cek poin Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Posko Perbatasan Pasar grosir Kasang, Posko Kayu Kalek, Daerah Pondok dan Pasar Raya Padang. Bahkan, saat kunjungan tersebut, gubernur sempat menegur warga yang keluar rumah tanpa memakai masker dan tanpa tujuan yang jelas.

“Harus menggunakan masker dan kalau keluar rumah harus jelas tujuannya. Kalau tidak penting betul jangan keluar. Ini penting untuk menjaga agar tidak terjadi penyebaran COVID-19,” tegurnya kepada masyarakat yang madar tersebut.

Baca juga :  Gubernur Sumbar Serahkan Persoalan Defenisi Zona Hijau kepada Gugus Tugas Nasional

Menurutnya, untuk mengantisipasi masyarakat keluyuran saat PSBB, pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar sudah mengantisipasi dengan menutup setiap jalan tikus atau jalan alternatif. Penutupan jalan tersebut bekerjasama dengan masyarakat, seperti Ketua RW, dan juga menganjurkan setiap RW harus memiliki posko.

“Penutupan jalan tikus juga dilakukan di perbatasan tempat masyarakat keluar masuk selain jalan utama,” tandasnya. (gyn)