Padang, inioke.com–Berhubung virus corona masih mewabah di Kota Padang, Dinas Kesehatan Kota Padang belum bisa memberikan rekomendasi untuk boleh melaksanakan shalat berjamaah di masjid dan mushalla.

“Saat ini kami belum bisa memberikan rekomendasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani Hamid.

Dijelaskannya, belum bisanya diberi rekomendasi kepada masjid di Padang karena sebelas kecamatan merupakan zona merah. Selain itu, setiap hari warga yang positif Covid-19 juga masih terus bertambah.

“Sebelas kecamatan masuk zona merah, penambahan positif juga terus terjadi,” tukuk Ferimulyani.

Sementara sehari sebelumya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang membolehkan pelaksanaan shalat berjamaah dan shalat Jumat, asalkan setiap masjid di Padang memenuhi persyaratan. Syarat tersebut yakni masing-masing masjid mendapat izin tertulis dari Pemerintah Kota Padang, yakni Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19, yang menyatakan daerah tempat pelaksanaan shalat aman dari penularan Covid-19.

“Masjid yang berada di kecamatan dan kelurahan yang aman dari penularan Covid-19 dapat melaksanakan ibadah kembali bila ada izin tertulis dan dinyatakan aman oleh Pemerintah Kota dan Dinas Kesehatan,” kata Sekretaris MUI Kota Padang, Mulyadi Muslim.

Baca juga :  RS Bhayangkara Sumbar Belum Siap Tampung Pasien COVID-19

Hal itu tertera dalam Maklumat dan Taushiyah MUI Kota Padang terkait penyikapan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar tahap II yang berlangsung pada 5-29 Mei 2020. MUI menegaskan pemegang otoritas penetapan suatu wilayah aman dari Covid-19 adalah pemerintah dan Dinas Kesehatan.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyebut bahwa Padang masih zona merah. Sehingga belum dapat melaksanakan salat berjamaah. (io/rel)