Payakumbuh, inioke.com—Mulai Jumat (5/6/2020) ini Pemerintah Kota Payakumbuh telah mengizinkan masjid-masjid yang ada di kota tersebut untuk menggelar Salat Jumat. Namun dengan catatan, harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz menyebut, diizinkannya masjid di daerah tersebut untuk kembali menggelar Salat Jumat diputuskan pada rapat bersama Forkopimda serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) di Aula Kesbangpol Kota Payakumbuh, Selasa (2/6/2020).

Menurutnya, hal itu adalah bagian dari persiapan Kota Payakumbuh untuk menyambut Normal Baru. “Ini (protokol kesehatan) semua demi melindungi masyarakat kita dari Covid-19 saat menjalankan ibadah di tempat ibadah dan bisa tetap beribadah dengan khusyuk dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” katanya, Rabu (3/6).

Senada dengan itu, Ketua FKUB Kota Payakumbuh, Herman Ali menjelaskan, nantinya semua rumah ibadah akan mendapat surat dari Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Payakumbuh pada Kamis (4/6). Ini terkait izin untuk kembali menjalankan ibadah di tempat ibadah.

Baca juga :  Baby Boom Hewan-hewan di Kebun Binatang Palestina Saat Lockdown

”Dalam pelaksanaannya nanti, ada SOP (standar pperasional prosedur) yang harus dipatuhi. Seperti memakai masker, bawa sajadah sendiri, pakai baju lengan panjang, dan pengurus menyediakan tempat cuci tangan. Pokoknya sesuai dengan protokol kesehatan,” ucapnya.

Warga Positif Korona Bertambah 2 Orang

Di sisi lain, hari ini warga Kota Payakumbuh yang terkonfirmasi positif virus korona bertambah sebanyak dua orang. Yakni K (33), warga Kelurahan Padang Tongah Balai Nan Duo, Kecamatan Paykumbuh Barat, dan seorang guru perempuan berinisial N (59) yang beralamat di Kelurahan Tigo Koto Diate.

”K melakukan swab mandiri dengan pengambilan sampel di Semen Padang Hospital dan pemeriksaan sampel dilakukan di Jakarta. Hasilnya keluar kemarin (2/6),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Bakhrizal, Rabu (3/6/2020).

Pasien K diketahui kontak dengan pasien positif di Pasar Payakumbuh. Dia sempat melakukan perjalanan ke Pasar Payakumbuh dan berbelanja di beberapa toko.

Sampai saat ini, jelas Bakhrizal, Pasar Payakumbuh masih menjadi pusat penyebaran Covid-19 di daerah itu. Dari 20 kasus positif yang ditemukan, semuanya masih kluster Pasar Payakumbuh. Namun delapan orang sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan 12 orang masih dalam pengawasan. (std)

Baca juga :  Ini Langkah KPU Antisipasi COVID-19 dalam Tahapan Pemilihan Serentak 2020