Bukittinggi, inioke.com–Memasuki era new normal, Pemerintah Kota Bukittinggi mulai 1 Juni mendatang kembali membolehkan shalat berjamaah di masjid dan surau dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Shalat berjamaah akan kembali dilakukan di masjid karena kita sudah lepas dari PSBB, namun tetap dengan standar penanganan COVID-19. Kita akan rapatkan ini dengan MUI dan pengurus masjid,” ungkap Wako Bukittinggi Ramlan Nurmatias, kemarin.

Standar yang dimaksud Ramlan adalah setiap jamaah diminta membawa sajadah masing-masing sehingga potensi penularan bisa diperkecil.

“Kita minta pengurus memperpendek khotbah, dan jamaah yang datang harus diseleksi serta wajib pakai masker. Aturan ini diharap bisa dijalani agar tetap terhindar dari virus,” kata Ramlan.

Dalam beberapa waktu ke depan, Ramlan mengatakan pihaknya akan memfasilitasi masjid yang belum memiliki tempat mencuci tangan di bagian luar masjid.

Pemko Bukittinggi memutuskan tidak memperpanjang PSBB, karena penularan COVID-19 sudah terkendali dan ekonomi rakyat yang telah hancur.

Setelah PSBB berakhir, diharap warga melanjutkan aktifitas dengan protokol kesehatan yang ketat agar terhindar dari COVID-19. (gyn)

Baca juga :  Nevi Zuairina Minta Pemerintah Perhatikan Hulu dan Hilir Produk UMKM