Tanah Datar, inioke–Kunjungan Anggota DPRD Sumbar ke daerah-daerah selalu jadi tumpuan harapan masyarakat. Meski nagari sudah mendapatkan kucuran Dana Desa, infrastruktur yang berbiaya besar tetap saja mengharapkan bantuan Pemerintah Provinsi untuk mewujudkannya.

Seperti Komisi I DPRD Sumbar yang melakukan kunjungan kerja ke Nagari Kumango, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Jum’at (7/8) petang.

“Kami sangat mengharapkan bantuan Pemerintah Provinsi untuk membantu irigasi Kapalo Koto, bentuknya seperti embung mini dengan biaya sekitar Rp1 miliar,” kata Wali Nagari Kumango Iis Zamora Putra, dalam paparannya di hadapan wakil rakyat.

Menurut Iis Zamora, irigasi Kapalo Koto ini sangat diperlukan untuk mengairi areal 45 hektar sawah masyarakat. Sebab sudah 15 tahun sawah itu tidak bisa bertanam padi. Kalau pun dipaksakan hanya bertanam padi dengan sistem tadah hujan.

Wakil Ketua DPRD Sumbar Irsyad Syafar, langsung menanggapi positif aspirasi Wali Nagari Iis Zamora.

“Kami akan sampaikan kepada teman-teman Anggota DPRD Sumbar dari Dapil 6 ini, mudah mudahan dapat diakomodir melalui program pokok pikiran DPRD. Biaya Rp1 miliar itu tidaklah terlalu besar,” kata Irsyad Syafar.

Baca juga :  Menurut Dinkes Padang, Banyak Warga "Salah Memahami" Hand Sanitizer

Dukungan untuk irigasi Kapalo Koto ini juga disampaikan oleh Ketua Komisi I Syamsul Bahri dan anggota Komisi I Zafri Deson. Keduanya sepakat akan menyampaikan kepada komisi yang membidangi infrastruktur di DPRD, sehingga harapan masyarakat Nagari Kumango dapat diwujudkan.

“Kalau sawah masyarakat dapat ditanami padi tentu akan menambah pendapatan dan mendukung program ketahanan pangan,” kata Zarfi Deson, politisi Partai Golkar ini.

Kegiatan inovasi yang dilakukan Nagari Kumango di masa pandemi ini adalah menyiapkan jaringan Wi-Fi di Kantor Wali Nagari. Setiap pukul 8.00-12.00 WIB disediakan Wi-Fi gratis untuk para siswa untuk belajar daring.

Kepala Dinas PMD Sumbar, Syafrizal Ucok, memberi apresiasi atas inovasi Kobeda (Kelompok Belajar Daring) yang dilakukan Wali Nagari Kumango. Sebab fasilitas Wi-Fi sangat membantu siswa mengikuti pelajaran daring dalam masa pandemi Covid-19.

Diingatkan oleh Syafrizal Ucok, agar Wali Nagari segera melakukan Musnagsus untuk menetapkan penerima BLT Dana Desa Fase II, Juli-Agustus 2020.

“Karena Covid-19 sudah new normal, maka penerima BLT Fase I sudah ada yang bekerja kembali, maka mereka tidak lagi menerima BLT Dana Desa. Prioritaskan saja BLT Dana Desa Fase II untuk warga yang sakit kronis dan sakit menahun. Surat Gubernur Sumbar sudah ada panduannya sebagai turunan dari Permendes,” kata Syafrizal Ucok menjelaskan.

Baca juga :  Sumbar Menuju Puncak Kurva Corona, 299 Orang Positif hingga Sekarang

Sebagai akibat BLT Dana Desa Fase II dan Fase III, maka nagari tidak lagi mengerjakan kegiatan fisik. Sebab BLT sifatnya wajib dibayarkan, terutama untuk warga yang sakit kronis dan menahun.

Nagari Kumango pada tahun 2020 menerima Dana Desa sebanyak Rp 826 juta. Dana itu sudah dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19 sebanyak Rp36,5 juta. Untuk BLT tahap Fase I dialokasikan Rp297 juta untuk 165 Kepala Keluarga.

Komisi I DPRD Sumbar yang berkunjung ke Tanah Datar adalah Syamsul Bahri (PDIP/Ketua Komisi), Muhammad Nurnas (Demokrat/Sekretaris Komisi), Zafri Deson (Golkar), Bakri Bakar, (Nasdem) dan Muhammad Ridwan (PKS). Pendamping dari Pemprov adalah Kadis PMD Sumbar Syafrizal Ucok, Sekretaris PMD Sumbar Armen, Korprov Pendamping Dana Desa Feri Irawan. (ioc/rilis)