Republik Ceko, inioke.com–Masyarakat di Republik Ceko menggelar pesta perpisahan “secara simbolis” terhadap coronavirus.

BBC melaporkan ribuan tamu duduk di meja sepanjang 500 meter si Praha pada Selasa (1/7). Mereka berbagi makanan dan minuman yang sebelumnya telah dibawa dari rumah masing-masing. Tidak ada social distancing yang diterapkan oleh orang-orang yang hadir.

“Semua orang bisa datang. Mereka hanya harus membawa sesuatu. Mungkin roti, dan membawa mawar dalam vas. Atau hanya anggur yang dibeli pada sore hari. Ini adalah sikap untuk percaya semua orang akan membawa sesuatu,” sebut panitia dalam laman facebooknya.

Seorang pengunjung, Galina Khomchenko-Krejcikova, yang menghadiri pesta itu setelah melihatnya melalui Facebook, berkata, “Saya baru saja menyelesaikan shift malam jadi saya tidak memiliki waktu untuk menyiapkan segalanya.
Orang-orang berdansa dan menyanyi —tanpa menerapkan pembatasan sosial, ketika mereka mendengarkan musisi lokal tampil.

Acara yang diberi nama “Meja telah diatur” dan diorganisir oleh kelompok masyarakat “Piana na ulici” (Piano di jalanan) bersama dewan kota, tulis Efe News.

Baca juga :  Pasien Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sumbar Menjadi 9 orang

Pihak penyelenggara menyebutkan perayaan semacam itu bisa dilakukan karena sedikitnya jumlah turis di kota tersebut tulis BBC.

Ondrej Kobza, seorang pemilik kafe di Praha dan penyelenggara pesta tersebut, menyebutkan kepada AFP, “Kami ingin merayakan akhir dari krisis coronavirus dengan membiarkan orang-orang saling bertemu dan menunjukan mereka tidak takut bertemu satu sama lain, mereka tidak takut untuk menerima sepotong sandwich dari tetangga mereka.”

Pekan lalu, pemerintah mengizinkan pertemuan publik hingga 1.000 orang. Kolam renang, museum, kebun binatang dan kastil sekarang telah dibuka dengan jumlah pengunjung tanpa batasan.

WHO memperingatkan bahwa pandemi masih belum akan berakhir. Hingga hari ini jumlah total kasus terkonfirmasi adalah 10 juta lebih dan 514.629 diantaranya meninggal.

Ketika pandemi ini mewabah  sekitar empat bulan lalu, Rep. Ceko dengan cepat memberlakukan lockdown dan berhasil menghindari dampak terburuk yang diakibatkan pandemi ini. Di negara Eropa Tengah pecahan dari Cekoslovakia itu, terdapat 349 kasus meninggal dan sekitar 12.000 kasus terkonfirmasi. (patra/bbc)

Baca juga :  Slavoj Žižek, Lima Tahap Wabah dan Cara Menuju Sosialisme