Kelok Sembilan menjelang senja tidak begitu ramai. Beberapa kendaraan melintas menuju dan dari Pekanbaru. Namun, ada yang tidak biasa di Jumat (20/3) sore itu. Beberapa petugas dari Dinas Perhubungan berdiri di jalan, memberhentikan kendaraan yang datang dari arah Pekanbaru. Begitu kendaraan tersebut berhenti, rombongan orang bermasker langsung menghampiri mereka sembari menyodorkan thermo gun ke jidat pengemudi dan penumpangnya. Alat pengukur suhu tubuh itu menunjukkan angka yang masih dianggap normal.

“Kita berharap jangan ada yang positif di Sumbar. Kita harus tetap jaga dan antisipasi segala kemungkinan,” ujar Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, di balik masker yang dikenakannya.

Wagub Nasrul Abid

Nasrul Abit mendatangi daerah perbatasan Sumbar-Riau ini sebagai antisipasi terhadap masuknya Corona Virus Desease-2019 (COVID-19) atau yang dikenal dengan virus korona. Bersama Direktur RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi, Kepala Satpol PP Sumbar, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Camat Harau, Ketua DPRD Limapuluh Kota serta Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekdakab Limapuluh Kota, yang mengiringi di belakangnya, Nasrul Abit melakukan pemeriksaan terhadap orang dalam kendaraan yang akan memasuki wilayah Sumbar.

Menurut Nasrul Abit, pemeriksaan di daerah perbatasan Sumbar dilakukan sesuai keputusan rapat koordinasi Pemprov Sumbar dengan Pemkab dan Pemko. Namun, lebih penting dari itu, Nasrul Abit ingin memastikan kesiapan pemeriksaan orang masuk di wilayah perbatasan, terutama Riau, karena ada warga yang positif COVID-19 di Pekanbaru. Sehingga perlu pencegahan secepat mungkin sebelum benar-benar masuk ke Sumbar.

“Kita dapat informasi, di Pekanbaru sudah ada yang positif. Karena itu, tentu perlu menjaga penyebaran ini agar tidak terjangkit Covid-19 yang menakutkan ini,” tegas Nasrul Abit.

Antisipasi ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar masyarakat di daerah dan lingkungan yang belum terinfeksi COVID-19 untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, Jokowi meminta masyarakat saling mengingatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam mengurangi penyebaran COVID-19.

Baca juga :  Ketua KPU Sumbar Laporkan Petugas PSBB Lubuk Peraku ke Polda Sumbar

“Jangan ragu untuk menegur seseorang yang tidak disiplin menjaga jarak, tidak mencuci tangan, dan abai menjaga kesehatannya,” katanya dalam keterangan pers Jumat pekan lalu.

Aksi Wakil Gubernur ini dilanjutkan oleh Pemkab Limapuluh Kota dengan mendirikan Posko Penanganan Covid-19 di perbatasan Sumbar-Riau di daerah Tanjung Balit, Rimbo Data. Setiap kendaraan yang lewan dari arah Riau diberhentikan untuk mencek suhu tubuh orang dalam kendaraan tersebut. Dalam kunjungan ke posko tersebut, Rabu (25/3) lalu, Wakil Bupati Ferizal dan Ketua DPRD Lima Puluh Kota Deni Asra menemukan pendatang bersuhu badan tinggi.  Mereka yang suhu tubuhnya di atas normal disuruh istirahat di Posko dan konsultasi dengan tim medis.

Pemeriksaan di posko ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan , Satpol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas serta TNI dan Polri berjumlah sekitar 20 orang dengan menggunakan thermo gun. Koordinator Lapangan Posko Penanganan Covid-19 daerah perbatasan Desi Fitria mengatakan sejak dibuka Jumat (20/3) hingga Rabu (25/3) ditemukan 29 orang dengan suhu tubuh melebihi orang normal. Umumnya, mereka warga Riau yang ingin menuju berbagai daerah di Sumbar. Pemeriksaan dilakukan dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

“Mereka memiliki suhu tinggi sudah kita periksa, didata dan diberikan perlindungan diri seperti masker termasuk disinfektan. Selanjutnya, kita edukasi untuk tidak berdekatan dengan orang lain dan menerapkan pola hidup bersih,” kata perawat dari Puskesmas Tanjuang Balit tersebut.

Pemeriksaan juga dilakukan di Perbatasan Sumbar lainnya. Di Pesisir Selatan, terdapat 4 posko untuk percepatan penanganan COVID-19 ini. Disampaikan Kabag Humas dan Protokoler Pesisir Selatan, Rinaldi, selain di pusat kabupaten, pihak Pemkab juga mendirikan tiga posko lain khusus daerah perbatasan. Posko perbatasan Silaut dengan Muko-muko, terus batas Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan dengan Kerinci dan Batas Kota Padang dengan Pesisir Selatan. Pos ini untuk memantau orang datang ke Pessel dan memastikan dalam kondisi aman. Personil yang terlibat mulai dari Polisi, TNI, Satpol PP, Perhubungan, Dinkes dan BPBD.

Baca juga :  Pemko Padang Gratiskan Air PDAM 3 Bulan

Pemkab Sijunjung turut mendirikan posko kesehatan dan pengawasan di wilayah perbatasan, yaitu di Nagari Batang Kering, Kecamatan Kamang Baru. Nagari tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Sama seperti di posko perbatasan daerah lainnya,  petugas akan mencek kesehatan penumpang dan supir kendaraan yang melintasi wilayah perbatasan itu.

“Kendaraan yang masuk dari Riau akan diperiksa. Jika ada kondisi atau suhu tubuh melebihi standar, akan dilakukan pemeriksaan secara intensif atau dibawa ke Puskesmas terdekat. Kami berusaha agar Kabupaten Sijunjung bebas dari penyebaran COVID-19,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung, Ezwandra.

Petugas posko tersebut merupakan gabungan berbagai instansi, di antaranya Dinas Kesehatan, Dishub, TNI, Polri , Satpol PP, dan BPBD Kabupaten Sijunjung. Setiap instansi memiliki tugas dan wewenang masing-masing. Sistem kerja tim dibagi menjadi tiga shift per hari. Masing-masing tim berjumlah lima petugas.

Aksi serupa juga diikuti oleh Pemkab lain yang berbatasan dengan provinsi lain, diantaranya, Solok Selatan – Kerinci Provinsi Jambi dan Dharmasraya-Provinsi Jambi. Pemeriksaan tidak hanya di tapal batas provinsi, antar kabupaten juga ada yang dilakukan pemeriksaan, seperti Kota Padang dengan Kabupaten Padang Pariaman, Pasaman Barat dengan Pasaman, dan seterusnya.

Bagian Operasi Aman Nusa II

Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar juga turut serta dalam meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan dengan provinsi lain. Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, mengatakan seluruh polres yang berbatasan dengan provinsi tetangga diinstruksikan menggandeng pemerintah kota dan kabupaten untuk melakukan pemeriksaan kesehatan orang yang akan masuk ke Sumbar.

Baca juga :  Madrasah Akan Terapkan Kurikulum Baru Tahun Pelajaran 2020/2021

“Itu bagian dari pelaksanaan Operasi Aman Nusa II. Saat ini, kami terus melakukan hal tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Polda Sumbar menurunkan 645 personel kepolisian untuk menyukseskan Operasi Aman Nusa II dalam menghadapi penyebaran COVID-19. personil yang ditugaskan terdiri dari 170 personil Polda Sumbar dan 25 personil dari masing-masing Polres yang ada di Sumbar. Ia mengatakan operasi ini akan dilaksanakan selama 30 hari yang dimulai dari 19 Maret hingga 17 April 2020. Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan BNPB, TNI, pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan pencegahan, penanggulangan serta penegakan hukum terkait persoalan ini.

“Kita bersama-sama bekerja sama dengan instansi lainnya dalam melakukan pencegahan agar virus tersebut tidak menyebar dan menimbulkan korban,” ujarnya.

Peralatan Minim

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengakui penjagaan di wilayah perbatasan hingga saat ini masih minim peralatan untuk memeriksa setiap orang yang melintas, salah satunya alat pengukur suhu tubuh atau thermo gun. Untuk itu, kata Irwan, Pemprov akan berkoordinasi dengan kepala daerah di perbatasan agar meningkatkan pengawasan.

“Kita akan efektifkan pemeriksaan dan pengawasan di perbatasan Sumbar tersebut. Saat ini Pemprov juga masih menunggu Alat Pelindung Diri (APD) dan thermo gun. Alat tersebut nantinya juga akan dibagikan kepada petugas yang memeriksa kesehatan pengendara di wilayah perbatasa, terangnya.

Kemudian, Pemrov juga telah menyurati Kementerian Perhubungan untuk mengurangi aktivitas penerbangan di BIM, atau menutup penerbangan jika kondisi sudah tidak kondusif lagi, kecuali kargo dan logistik. Begitu juga di pelabuhan-pelabuhan yang ada di Sumbar, juga akan dilakukan pemeriksaan terhadap orang dalam kapal-kapal yang masuk ke Sumbar. (GYO)