Sebagai sebuah kota, tiga tahun terakhir, sebelum wabah corona virus menyebar, malam hari di kota Padang cukup ramai.

Apalagi di malam Minggu. Kota ini bagai sedang genit-genitnya, hidup, dan tempat nongkrong anak muda bertumbuhan, restoran cepat saji mulai menjamur, kuliner kian terhidang di banyak titik.

Sabtu malam (11/4), tim inioke.com berkeliling kota Padang, memantau masyarakat pada tempat-tempat tertentu yang sebelum wabah COVID-19 terlihat ramai. Sejauh mana masyarakat memiliki kesadaran untuk di rumah saja, atau keluar pakai masker. Apalagi malam, pada kota yang sudah ada aturan, tak boleh lewat pukul 22.00 WIB.

Tim inioke.com menelusuri jalan Raden Saleh, S Parman, Veteran, Pemuda, M Yamin, Diponegoro, Bundo Kanduang, Ambacang, Pondok, Arif Rahman Hakim, Permindo, Proklamasi, Perintis Kemerdkaan Jati, Khatib Sulaiman, Gajah Mada, S Parman, Joni Anwar, kawasan GOR H Agus Salim dan beberapa titik lainnya.

Pergerakan pandangan mata, dimulai pukul 19.00 Wib hingga hingga 21.30 WIB. Sebelum jam malam yang diberlakukan pemerintah kota Padang, tim sudah berada kembali pulang.

Baca juga :  Sentra Gakkumdu Kota Padang Serahkan SK untuk Pilkada 2020
Suasana terlihat lengang di pukul 19.30 WIB (Afdal)

Dari pengamatan dan memotretnya, tempat-tempat nongkrong anak muda, di beberapa tempat jalan-jalan tersebut di atas, terlihat sepi. Jika ada yang nongkrong, itu tak lebih lima orang. Mungkin mereka yang terserang suntuk #dirumahaja, mencuri waktu sejenak ngopi. Biasanya, tempat-tempat tersebut, ramai kaum muda millenial.

Di kawasan Pondok dan GOR misalnya, juga KH AHmad Dahlan serta Raden Saleh, tempat nongkrong anak muda yang biasanya ramai di malam Minggu, malam ini terlihat sangat sepi. Tempat-tempat yang biasa gemerlap tampak lengang. Orang muda bagai ditelan malam. Tempat jajajan malam di Pondok dekat Kinol, pun terlihat sepi. Begitu juga di Jalan Permindo, yang beberapa bulan sebelum corona virus, terlihat sangat ramai karena ada Permindo Night Market. Kini tempat itu hanya cahaya remang, sepi, beberapa orang lalu lalang.

Restoran-restoran cepat saji, tak kalah lengang. Terlihat banyak yang take away dan drive thru. Banyak bangku-bangku kosong, dan di deretan kasir tak ada yang terlihat antre.

Sedangkan rumah makan pinggir jalan, pecel lele, termasuk lontong malam, beberapa tempat dibanding yang di atas relatif ramai. Dan masih banyak yang makan di tempat. Ada beberapa titik, lapau kopi atau kedai-kedai, masih ngumpul laki-laki dewasa ngobrol. Beberapa tanpa memakai masker.

Baca juga :  Jurnalis dan BLK Pasaman Turun ke Jalan Bagi Masker Gratis

Sebagai sebuah catatan pandangan mata, tim inioke juga mengamati jalan raya. Jika dibanding situasi normal, memang lengang. Tapi ketika kita mengingat pentingnya ajakan di rumah saja, maka kendaraan yang berkeliaran di jalan raya kota Padang, masih terlihat ramai, walau sesaat menjelang pukul 21.00 Wib, jalan raya sudah terlihat lengang.

Secara umum, nampaknya, warga kota Padang, mulai menyadari pentingnya tak keluar rumah di saat wabah berbahaya ini, karena pilihan di rumah saja sesuatu hal yang menjadi penting. Karena dengan kesadaran demikian, artinya kita sudah memahami, bahwa di rumah saja, adalah cara baik membantu negeri kita terbebas dari wabah corona.

Realitas di atas, setidaknya untuk sementara bisa disimpulkan, kesadaran warga kota mulai tumbuh untuk “melengangkan” ruang-ruang di luar rumah. Namun, sangat disayangkan, ada sekelompok orang, yang masih jalan-jalan dan kumpul di tempat tertentu untuk kegunaan yang gak jelas, bahkan ada beberapa tidak memakai masker pula. (Afdal/Zaqi/Mono)

 

 

 

 

 

 

Baca juga :  Komisi I DPRD Sumbar Puji Pemerintah Nagari Kumanis dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat