Padang, inioke.com– Ketua Umum Pengurus Masjid Agung Nurul Iman, Mulyadi Muslim, menyampaikan untuk  menindaklanjuti Fatwa MUI Nasional No.14 tahun 2020 tentang risiko tinggi penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), Masjid Agung Nurul Iman, mulai Jumat besok 27 Maret 2020 meniadakan salat Jumat. Hal ini untuk melakukan pembatasan sosial, dan menindaklanjuti Fatwa MUI yang membolehkan mengganti shalat Jumat dengan zuhur, di tengah merebaknya penularan corona.

Menurut Mulyadi Muslim, keputusan tersebut diambil setelah mencermati perkembangan terbaru dan sudah ada yang berstatus positif corona di Sumbar. Kondisi hari ini, berbenturan antara kepentingan menjalankan agama dan memelihara jiwa, shalat Jumat bisa diganti dengan shalat zuhur karena dalam kondisi darurat memelihara jiwa jadi prioritas utama.

“Apalagi tujuan syariat ditetapkan dalam Islam untuk menjaga lima hal yang prinsip yaitu agama,jiwa, akal, kehormatan dan harta,” katanya. Kepada jamaah Masjid Nurul Iman ia mengharapkan, untuk bisa memahami hal ini demi kemaslahatan bersama.

Sebelumnya dalam rangka mengantisipasi wabah corona pengurus telah melakukan penyemprotan disinfektan dan menggulung sajadah. Selain itu pengurus juga menyediakan hand sanitizer di beberapa lokasi yang ada di masjid.

Masjid Nurul Iman merupakan salah satu masjid terbesar di Kota Padang yang lokasinya berada di pertigaan Jalan Imam Bonjol dan Jalan Thamrin dengan daya tampung jamaah bisa mencapai sekitar 2.000 orang, terdiri atas dua lantai.

Sebelumnya Lima orang warga Sumatera Barat dinyatakan positif COVID-19 setelah hasil tes spesimen dari laboratorium Unand dan Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diterima pemerintah setempat.

Lima orang yang positif itu dua hasil pemeriksaan dari Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand dan tiga dari Laboratorium Litbang Kemenkes RI.

Berdasarkan data pasien tersebut satu orang dari Padang, satu orang dari Pesisir Selatan, satu orang dari Tanah Datar dan dua orang dari Bukittinggi. (Ant)