Padang, inioke.com–Seluruh bandara PT Angkasa Pura II (Persero) dari 24 April hingga 1 Juni 2020 hanya melayani penerbangan kargo dan sejumlah penerbangan khusus. Begitu juga dengan Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, pelarangan penerbangan sesuai dengan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idulfitri 1441 Hijriah dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. Walaupun demikian, penerbangan khusus dan kargo dibolehkan.

“Alhamdulillah kargo masih dibolehkan, sebab kita masih menunggu kiriman Alat Pelindung Diri (APD) dengan jumlah banyak dan alat laboratorium penunjang pemeriksaan untuk kebutuhan rumah sakit penanganan COVID-19,” katanya, Minggu (26/4).

Menurut Irwan, penutupan penerbangan sangat membantu Pemprov Sumbar mengendalikan jumlah pemudik yang masuk Sumbar. Sekaligus dapat menekan angka penyebaran COVID-19.

“Kedepan kita dapat mengoptimalkan penanganan secara intensif kepada orang yang sudah terdampak. Mudah-mudahan kedepan selama pelaksanaan PSBB, Sumbar dapat terbebas dari penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Sementara itu Officer in Charge (OIC) PT. Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Hendry Zai mengatakan, sejak kemarin penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal sudah dihentikan. Kecuali untuk penerbangan khusus, sehingga untuk penerbangan kemarin yang tersisa 4 sampai 5 flight sudah parkir di BIM dan tidak ada jadwal penerbangan kembali ke daerah lain.

Baca juga :  HM Nurnas Desak Gubernur Terbitkan Pergub Pelaksanaan Anggaran Darurat COVID-19

“Begitu juga hampir diseluruh bandara di Indonesia telah banyak parkir pesawat yang tidak ada penerbangan selanjutnya,” ujarnya. (ino)