Padang, inioke.com–Nampaknya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Padang dan Bukittinggi sulit diwujudkan. Hal itu terungkap dalam rapat bersama Pemprov Sumbar dengan Pemko Padang dan Bukittinggi, Selasa (14/4).
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengatakan, secara teknis penerapan PSBB akan sulit jika dilakukan pada dua kota tersebut. Sebab, Kota Padang memiliki ketergantungan yang tinggi pada daerah lain di Sumbar.
“Jika pelaksanaan PSBB hanya di kota Padang saja akan menyulitkan teknis pelaksanaannya di lapangan. Padang sangat tergantung dengan daerah lain seperti sayur-mayur, pangan dan lain- lainnya,” ungkap Irwan.
Walaupun begitu, lanjut Irwan, Pemprov akan mencoba mengusulkan PSBB tingkat provinsi. Namun jika tidak disetujui, maka langkah selanjutnya akan dilakukan pembatasan pergerakan orang sesuai pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19. Persoalan ini akan dibahas Irwan bersama Bupati dan Wali Kota melalui konferensi video.
Terkait opsi pembatasan pergerakan orang, terang Irwan,  akan dilaksanakan secara mandiri demi meminimalisir dan meningkatkan pembatasan gerak orang yang ada di Sumbar. (gyn)
Baca juga :  Angka kemiskinan Solok Selatan pada 2019 naik, penganggur justru turun