Padang, inioke.com–Kearifan lokal Minangkabau di Sumatera Barat selama ini telah diimplementasikan melalui peran tungku tigo sajarangan yakni niniak mamak, alim ulama dan cadiak pandai dalam menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat.

“Tungku tigo sajarangan jan diasak, barangkali perlu ditambahkan peran para perantau, tokoh pemuda, bundo kanduang dan lainnya,” jelas Wagub Sumbar, Nasrul Abit, dalam FGD Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan dan Penyelesaian Masalah dengan Mengedepankan Kearifan Lokal, yang digelar Dirbinmas Polda Sumbar, di Hotel Mercure Padang, Rabu (22/7).

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menegaskan pentingnya sinergitas seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat.

“Bagaimana memanfaatkan kearifan lokal, sesuai falsafah adat Minangkabau adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah melalui peran tungku tigo sajarangan,” kata Nasrul Abit dalam paparannya selaku narasumber.

Ia mencontohkan pada investasi di Sumbar yang kerap terkendala status pembebasan lahan yang notabene merupakan tanah ulayat. Menurutnya tidak semua persoalan harus dibawa ke ranah hukum.

Baca juga :  Dua Kecamatan di Pasaman Barat Terendam Banjir

“Seperti tanah ulayat, silsilah, sako pusako, ini juga masuk kearifan lokal,” sebutnya.

Apalagi jika dikaitkan dengan pemulihan sektor perekonomian saat pandemi covid-19, tutur Wagub, adanya investasi di Provinsi Sumatera Barat sangat diharapkan.

Di samping itu, katanya, sesuai amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pemprov Sumbar melalui Badan Kesbangpol dan Satuan Polisi Pamong Praja akan terus menjalin sinergitas dengan aparat penegak hukum TNI-Polri dalam menghadirkan suasana kondusif di tengah masyarakat.

“Kesbangpol selaku mata dan telinga pemerintah daerah untuk mewujudkan kamtibmas,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, mengatakan kearifan lokal diperlukan untuk menjaga keharmonisan agar tercipta situasi kamtibmas yang kondusif. Ia menyadari adanya potensi gangguan Kamtibmas pada pilkada serentak yang akan diselenggarakan akhir tahun 2020 ini, seperti ancaman ketegangan antar pendukung calon.

Untuk itu Jenderal Polisi bintang dua ini juga mengharapkan agar seluruh peserta FGD mampu memberi pemahaman kepada masyarakat agar pesta demokrasi lima tahunan ini dapat berjalan aman dan lancar.

Baca juga :  Menyigi Memori Kebencaan dalam Manuskrip Minangkabau

“Jalin terus dan eratkan tali persaudaraan sehingga terwujud Sumbar yang maju, aman dan kondusif,” tuturnya.

Turut hadir Senator asal Sumbar, Leonardy Harmainy, Anggota DPRD Sumbar HM Nurnas, Ketua MUI Sumbar, Ketua LKAM Sumbar, pejabat utama Polda Sumbar, perwakilan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, perwakilan mahasiswa serta sejumlah tokoh masyarakat. (ioc/rilis)