Agam, inioke.com–Peran ninik mamak dalam kondisi wabah virus corona ini ditunjukkan di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuah, Agam. Para tokoh adat ini menjadikan rumah gadang kaumnya sebagai tempat isolasi mandiri bagi anak kemenakan yang pulang dari rantau atau daerah terjangkit COVID-19.

“Rumah gadang yang disediakan sebagai tempat isolasi mandiri adalah milik kaum. Hal ini sejalan dengan pencegahan penyebaran Covid-19 berbasis kaum dilaksanakan nagari,” kata Wali Nagari Pasia Laweh Zul Arifin, Sabtu (18/4).

Pemerintah nagari Pasia Laweh, kata Zul Arifin, menjalin kerja sama dengan “Ninik Mamak Nan 100 Dikato,” yang memberi dampak positif dalam upaya percepatan penanganan penyebaran COVID-19. Ninik mamak berperan langsung membimbing dan mengarahkan anak kemenakan dalam kaumnya masing-masing untuk mengisolasikan diri apabila pulang dari rantau.

“Bagi anak kemenakan yang pulang dari rantau atau sekembalinya dari luar daerah, harus mengisolasi diri untuk memutus mata rantai COVID-19. Anak kemenakan tersebut harus dipastikan kesehatannya sebelum bergabung dengan keluarga,” tegas Zul Arifin.

Baca juga :  Pasar Raya Tutup, Aktivitas Jual Beli Dialihkan ke Terminal Bareh Solok

Rumah gadang yang disediakan sebanyak 58 unit untuk isolasi mandiri selama 14 hari. Disebutkan Zul Arifin, penetapan rumah gadang sebagai tempat isolasi mandiri atas permintaan pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pasia Laweh. Kemudian, selama anak kemenakan menjalani isolasi mandiri, diharapkan bantuan masyarakat untuk menyediakan konsumsi secara bergiliran dengan pola swadaya. (ion)