Batusangkar, inioke.com–Pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih sangat menentukan bagi tahapan pemilihan selanjutnya. Mulai dari penentuan jumlah TPS, alokasi logistik, pola sosialisasi, kampanye, rekapitulasi hasil suara, dan lain sebagainya.

“Jika hasil pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih bermasalah atau tidak valid, dapat dipastikan tahapan pemilihan selanjutnya juga akan sangat terganggu,” tutur Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Sumbar, Nova Indra, saat memberikan bimbingan teknis anggota PPK se-Kabupaten Tanah Datar di Hotel Emersia Batusangkar, kemarin.

Disampaikan Nova Indra, salah satu tahapan dalam pemutakhiran data pemilih adalah pencocokan dan penelitian atau disingkat coklit. Proses coklit data pemilih untuk pemilihan serentak 2020 akan dilakukan oleh Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) pada 15 Juli – 13 Agustus 2020.

“Proses coklit salah satu tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih yang sangat krusial dan strategis bagi terselenggaranya pemilihan kepala daerah nanti,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Tanah Datar Fitri Yenti menyampaikan untuk memastikan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih tersusun dengan baik, maka PPDP harus bekerja sesuai panduan yang telah dibuat oleh KPU RI.

Baca juga :  IWO Sumbar Serahkan Bantuan APD untuk Puskesmas di Padang

“Ada tujuh prinsip kerja PPDP agar menghasilkan daftar pemilih yang terpercaya dan terlindunginya hak pilih warga negara yakni akurasi, komprehensif, mutakhir, inklusif, transparan, responsif dan partisipatif,” tutur Fitri.

Ia mengharapkan PPDP yang dibentuk oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dapat melakukan Coklit dengan cermat, tertib, efektif, dan akuntabel sehingga meningkatkan kualitas daftar pemilih menjadi semakin lebih baik.

Kemudian ia mengingatkan selama bekerja dimasa Pandemi COVID-19 ini harus mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID-19, sehingga semua petugas mulai dari PPK, PPS, dan PPDP dilengkapi alat pelindung diri (APD) seperti masker, hand sanitizer, sarung tangan, pelindung wajah, dan lainnya.

Pada Bimtek tersebut juga ikut memberikan materi, Bagian Data KPU Sumbar, Agustian, Ketua KPU Tanah Datar Fahrul Rozi bersama Komisioner Erlonadi, Henni Sari dan Tomas Hendriko. (ioc)