Padang, inioke.com—Sembilan tempat karantina yang disiapkan Pemprov Sumbar mulai dimanfaatkan untuk mengisolasi orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Tempat karantina tersebut diperuntukkan untuk mereka yang tidak memiliki tempat isolasi mandiri.

Saat ini, kata Juru Bicara COVID-19 Sumbar, Jasman Rizal, mengungkapkan, di Asrama BLK Padang Panjang ada 2 ODP yang sudah memanfaatkannya. Kemudian, di Asrama Bapelkes Dinas Kesehatan di Padang ada 1 PDP yang sedang di karantina. Menurutnya 9 tempat karantina yang disiapkan Pemprov Sumbar sudah dibuka sejak seminggu lalu. Pemanfaatannya untuk masyarakat berstatus ODP dan PDP yang benar-benar tidak punya tempat untuk isolasi mandiri.

“Di tempat karantina tersebut telah disediakan sejumlah fasilitas serta petugas medis yang bisa memberikan arahan dan layanan kesehatan yang dibutuhkan. Khusus untuk ODP, akan dilakukan tes swap untuk menentukan apakah positif terpapar virus atau tidak. Jika hasilnya negatif, akan dipulangkan kembali,” kata Jasman.

Namun, lanjut Jasman, jika hasil tesnya positif, akan dipindahkan ke tempat karantina khusus PDP gejala ringan atau langsung dirujuk ke rumah sakit khusus COVID-19 sesuai gejala dan rekomendasi tenaga medis.

Baca juga :  Khawatir Penyebaran Covid-19, Pasar Raya Solok Akan Ditutup Selama Dua Hari

Upaya ini diharapkan bisa membantu memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Sumbar sehingga prediksi skenario terburuk 350 positif COVID-19 pada Mei sesuai prediksi akademisi, tidak terjadi.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Daerah Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumbar, Syafrizal mengungkapkan ada sembilan tempat karantina yang disiapkan Pemprov Sumbar yang dibagi atas 5 tempat untuk ODP dan 4 tempat untuk PDP.

Sembilan tempat karantina itu tersebar pada beberapa daerah seperti Payakumbuh, Agam, Padang Panjang, Padang Pariaman dan sebagian besar terdapat di Padang. Diperkirakan sembilan tempat itu bisa melayani sekitar 465 orang. ODP dan PDP yang akan masuk ke tempat karantina tersebut harus diiringi rekomendasi dari petugas atau pejabat setempat yang berwenang. (IO/ANT)