Padang, inioke.com—Pemerintah Kota Padang tidak akan memperpanjang masa gratis pajak terhadap hotel, restoran, dan tempat hiburan. Pengusaha atau pengelola usaha di bidang tersebut akan kembali membayar pajak mulai bulan ini.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang , Al Amin. Itu dilakukan karena Pemerintah Kota Padang telah membantu pelaku usaha untuk tidak membayar tiga pajak tersebut selama April dan Mei akibat adanya wabah Covid-19.

”Dengan memberikan keringanan pada tiga item pajak tersebut, Pemerintah Kota Padang telah kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebanyak Rp 18 miliar,” lanjutnya.

Meskipun tidak lagi digratiskan, pemilik hotel, restoran dan tempat hiburan diberikan keringan anuntuk mencicil pajak yang harus mereka bayarkan hingga akhir tahun 2020.

Ia mengatakan, pajak hotel yang hilang Rp 7 miliar, pajak restoran Rp 9 miliar, dan pajak tempat hiburan Rp 2 miliar. ”Ini kami lakukan karena Pemerintah Kota Padang juga membutuhkan penerimaan pajak untuk pembangunan daerah,” sebutnya.

Sementara itu, realisasi pajak daerah Kota Padang hingga Mei 2020 baru tercapai sebanyak 25 persen dari target tahun ini sebesar Rp 490 miliar. Rendahnya realisasi tersebut karena pandemi Covid-19 sejak tiga bulan terakhir.

Baca juga :  Khawatir Penyebaran Covid-19, Pasar Raya Solok Akan Ditutup Selama Dua Hari

“Hingga Mei 2020 ini, realisasi pendapatan baru Rp 127 miliar,” jelas Al Amin. Pihaknya mendapatkan penghasilan tersebut dari 11 item pajak yang diterima sejak awal tahun 2020.

Turunnya pendapatan tersebut karena merosotnya perekonomian masyarakat sejak pandemi Covid-19. Selain itu, menurunnya pendapatan daerah karena masyarakat yang takut menemui petugas penagihan.

“Kendala saat ini adalah wajib pajak banyak yang takut untuk menerima penagih karena takut tertular Covid-19,” katanya. Ia berharap agar masyarakat tetap membayar pajak, karena pajak yang dibayarkan dimaksud sangat dibutuhkan Pemerintah Kota Padang untuk pembangunan daerah. (std)