Pangeran Joachim, 28, Keponakan Raja Philippe dari Belgia dinyatakan positif coronavirus setelah menghadiri sebuah pesta di Selatan Kota Cordoba, Spanyol. Ia bepergian ke Spanyol untuk melakukan program magang pada 24 Mei –pekerjaan yang diizinkan untuk melakukan perjalanan.

Alih-alih tetap berada dalam karantina, ia segera mengambil kereta ke Cordoba di Andalusia. Di sana, Pangeran Joachim menghadiri sebuah pesta yang dihadiri 27 orang “masyarakat kelas atas.”

Dikutip dari Tatler.com, belum diketahui kapan Pangeran Joachim berkontak dengan virus. Tetapi ia pertama kali mengeluhkan gejalanya beberapa sehari setelahnya dan memutuskan kembali ke Belgia, untuk dikarantina.

Reuters menyebutkan kepolisian Spanyol sedang menginvestigasi laporan bahwa pesta itu dihadiri oleh 27 orang, hampir dua kali lipat dari jumlah yang diizinkan selama regulasi pembatasan coronavirus yaitu sebanyak 15 orang dan siapa saja yang melanggar aturan akan didenda antara 600-10.000 euro atau 9,7-.16 juta rupiah (kurs 16.182).

Dua puluh tujuh orang yang menghadiri pesta itu itu kini tengah dikarantina, kata Ravaela Valenzuela, utusan pemerintah regional Cordoba kepada Reuters saat konferensi pers pada Sabtu. Lebih lanjut Valenzuela menyebutkan pertemuan itu “sangat tidak bertanggung jawab” karena bisa menyebabkan infeksi dan memicu lockdown ketat lagi.

Baca juga :  Pilkada 9 Desember 2020, Pemilih Tiap TPS Disepakati 500 Orang

Spanyol menuntut Pangeran Joachim Minta Maaf

Kabar mengenai pesta ini terkuak ke publik itu. Media di Spanyol menuntut Pangeran Joachim meminta maaf atas kelakuannya itu karena telah mempermalukan nama keluarga kerajaan tulis The Brussel Times.

Untuk meresponnya, dilansir dari BBC News, Pangeran Joachim akhirnya meminta maaf kepada publik Spanyol. “Saya sangat menyesali perbuatan saya… Saya minta maaf karena tidak menghormati kebijakan karantina dalam perjalanan saya. Dalam keadaan yang berat ini saya tidak ingin menyinggung siapapun,” sebutnya pada Minggu (31/5).

Spanyol adalah salah satu negara dengan jumlah kasus positif dan kematian tertinggi di dunia. Dikutip dari Worldmeters.com, di Spanyol sendiri terdapat 286.509 total kasus dan 27.127 kematian (per 31/5).

Perdana Menteri Armenia dinyatakan positif

Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan dan keluarganya dinyatakan positif COVID-19 setelah angka kasus baru meningkat di negara itu.

PM Pashinyan (45), menyatakan hal itu lewat video rekamannya yang diunggah ke Facebook pada Senin 1/6). Ia menyatakan bahwa tidak ada gejala terlihat pada dirinya (OTG) dan akan melanjutkan pekerjaan dari rumah.

Baca juga :  Bertambah 5 Orang, Sudah 19 Orang Kena Corona di Padang Panjang

Negara di Kaukasus pecahan Uni-Soviet dengan penduduk tiga juta jiwa itu melaporkan 9.482 kasus dan 139 kematian. Pasien COVID-19 telah membanjiri rumah sakit di negara itu dan kementerian kesehatan menyatakan bahwa perawatan medis intensif hanya bisa diberikan terbatas pada pasien dengan kesempatan hidup yang besar lapor Al Jazeera.

Pangeran Joachim dan PM Nikol Pashinyan menambah daftar pejabat dunia yang terinfeksi coronavirus. Sebelumnya, PM Inggris, Boris Johnson, Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton, Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri adalah nama-nama pejabat negara dunia yang dinyatakan positif. (patra)