Agam, inioke.com–Memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan mempermudah melakukan tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif, beberapa Pasar Serikat Nagari di Agam ditutup.

Bupati Agam, Indra Catri, menyampaikan terimakasih kepada beberapa pengurus Pasar Serikat Nagari yang telah bergerak cepat untuk menghentikan sementara kegiatan hari pekan.

“Mudah-mudahan bisa meredam kekhawatiran kita semua karena virus corona potensial menyebar cepat melalui kontak para pedagang dan pengunjung pasar. Ke depan kita akan arahkan agar pengurus pasar membuka pasar secara harian tanpa hari pekan. Cara berdagang juga diatur sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku,” ujar Indra Catri .

Dijelaskannya, penutupan pasar yang dilaksanakan oleh pengurus saat ini tidak terkait dengan ketentuan PSBB, tapi semata memutus rantai penyebaran Covid-19. Karena mereka menyadari bahwa pasarnya sudah terpapar. Segera setelah penutupan seluruh pasar tersebut dibersihkan dan ditata ulang cara berdagangnya.

Indra Catri dapat memaklumi kekhwatiran masyarakat terhadap aktivitas pasar yang berkemungkinan besar sudah terpapar COVID-19 ini. Pada umumnya penutupan pasar ini hanya untuk memutus penyebaran. Bilamana suasana sudah aman tentunya pasar akan dioperasikan kembali menurut semestinya.

Baca juga :  172 Orang Positif COVID-19 di Sumbar, Mulai Menyasar ODP dan OTG

Ia juga mengimbau semua yang merasa pernah kontak langsung dengan 02 dan 03 atau yang sudah diidentifikasikan sebagai ODP, OTG, PDP agar melaporkannya kepada Wali Nagari setempat.

“Sudah tidak pada tempatnya lagi saat ini kita saling berdebat apalagi menghujat. Ini demi keselamatan kita bersama. Sudah saatnya kita saling mendukung, memberikan semangat satu sama lain agar imunitas sosial dan individual masyarakat kita tetap tinggi dan terjaga,” ujar Indra Catri .

Kepada masyarakat yang akan berobat dan memeriksakan dirinya ke Bidan, Dokter Praktek, Puskesmas, dan Rumah Sakit dimohon agar berlaku jujur. Jujur dalam memberi keterangan kepada petugas agar tidak kecolongan lagi.

“Para petugas kesehatan di lapangan agar bertindak lebih cermat, perhatikan kelengkapan APD dan SOP dalam bertindak. Masing-masing Puskesmas sudah dibekali dengan APD yang cukup. Seandainya APD yang tersedia masih berkurang dan tidak memenuhi standar tolong segera menghubungi Dinas Kesehatan atau Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Agam. Kita mempunyai anggaran yang cukup untuk pengadaan APD tersebut karena dalam refocusing APBD, anggaran penangganan COVID-19 bidang kesehatan ini merupakan perioritas utama,” jelas Indra Catri.

Baca juga :  Densus 88 Mabes Polri Geledah Tempat Tinggal Terduga Teroris di Tanah Datar

Terakhir, kepada seluruh tokoh masyarakat, diimbau untuk selalu mengawasi anak kemenakan, untuk selalu mengikuti ketentuan dalam menghadang COVID-19 ini.

“Hanya dengan cara demikian kita bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Agam,” tukasnya.

Sementara itu, data positif COVID-19 di Agam menunjukkan ada tambahan 3 orang petugas Puskesmas Baso dan 1 orang dari Puskesmas Lasi yang diulang pemeriksaan swabnya di Labor Unand Padang.

Indra Catri meminta kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Agam segera mengantarkan keempat orang petugas yang dinyatakan positif ini ke Padang dan langsung dikarantina di BPSDM Padang Besi.

“Sejalan dengan itu sejumlah orang yang ditengarai terkontak langsung dengan mereka terus kita tracing dan diminta untuk melapor dan melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Ini terpaksa harus dilakukan karena menunggu pengambilan swab-nya yang direncanakan hari Jumat,” ujar Indra Catri .

Hasil tes tersebut menambah deretan petugas kesehatan Agam yang terpapar COVID-19. Sampai sekarang petugas Puskesmas Baso yang terpapar COVID-19 positif sudah 7 orang dan petugas Puskesmas Lasi 1 orang.

Baca juga :  Ini Jawaban Pemko Padang Soal Belum Juga Salurkan Bantuan Terdampak COVID-19

“Rencananya saya akan mengundang beberapa perwakilan dokter dan tenaga medis untuk mengevalusi secara khusus agar didapatkan cara penanganan yang lebih baik. Saat ini kita cukup cemas karena masih ada sekitar 18 orang lagi hasil swab-nya yang harus diulang pemeriksaannya,” tambah Indra Catri. (gyn)