Payakumbuh, inioke.com–Menuju tatanan kehidupan baru, pasar ternak Payakumbuh dibuka kembali hari ini (31/5). Lebih dari 2 bulan pasar ternak yang berada di Kelurahan Kotopanjang, Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur itu ditutup dan tidak ada aktivitas jual beli.

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Depi Sastra menyebut, penutupan pasar ternak dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya merugikan pedagang dan perternak tapi juga pihak pemko yang selama penutupan pasar kehilangan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tapi kita lega, ketika diberikan edukasi tentang penutupan pasar ternak itu, semua peternak dan pengusahanya sangat memakluminya. Jadi kalau kembali dibuka Minggu nanti tentu semua peternak dan pengusaha akan senang dan gembira,” kata Depi beberapa waktu lalu.

Menurut Depi, sesuai arahan Wali Kota Riza Falepi, selaku ketua Gugus Tugas COVID-19, semua pelaku pasar ternak harus mematuhi protokol kesehatan, yaitu wajib pakai masker dan jaga jarak. Yang tidak pakai masker dilarang masuk.

Kemudian, wajib pakai sarung tangan dan memakai pakaian lengan panjang. Pihak Dinas Pertanian juga menyediakan tempat cuci tangan di beberapa titik. Dan mengajak pedagang menjual masker di kawasan pasar.

Baca juga :  Bertambah 12 orang lagi, Sudah 44 orang Positif COVID-19 di Sumbar

Dikatakan Depi, transaksi di pasar yang buka setiap hari Minggu cukup tinggi, diperkirakan ada sebanyak 500 ekor ternak, seperti kerbau, sapi, dan kambing yang terjual setiap hari pasar.

“Lebih kurang uang beredar di pasar ternak mencapai Rp1,2 miliar. Tradisi basirosok dalam transaksi, juga masih berjalan di pasar tersebut,” jelasnya. (mdj)