Agam, inioke.com–Pemerintah Kabupaten Agam berhasil memutus 3 klaster penyebaran Covid-19. Dua pasien positif dari 2 klaster yang telah terputus itu berhasil sembuh dan menyadari kelalaiannya menerapkan imbauan pemerintah.

“Pada dasarnya, saya terkena corona ini karena kurang disiplin dalam mengendalikan diri agar tidak keluar rumah dan mengunjungi keramaian,” ujar JN diamini AG.

JN dan AG merupakan pasien 01 dan 02 dari Agam yang berhasil sembuh. Mereka turut mengimbau seluruh masyarakat agar lebih mengindahkan imbauan pemerintah dan para ulama.

“Kedepan marilah kita saling menjaga, saling membantu, saling melindungi diri secara bersama-sama agar keluarga, sanak saudara, dan orang di sekeliling kita tidak terpapar corona lagi seperti yang pernah kami alami. Sungguh kami sangat mengharapkan agar tidak ada lagi warga Agam yang terdampak seperti kami ini,” ungkap mereka.

Mereka selama dirawat mengaku mendapatkan pelayanan terbaik. Namun tetap saja tidak enak, karena jauh dari sanak saudara dan hanya sendirian.

“Walaupun selama dirawat kami mendapatkan pelayanan yang sangat baik namun perasaan tetap tidak enak apalagi jauh dari sanak saudara dan tidak boleh ditemani. Sekiranya Allah SWT memanggil kami selama dirawat kemarin, maka pertemuan kami terakhir dengan sanak keluarga adalah disaat mereka melepas kami di rumah sewaktu mau ke RSAM,” tuturnya.

Baca juga :  Hak Interpelasi DPRD Sumbar Tertuju pada Seleksi Direksi Bank Nagari

Keduanya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam dan RSAM Bukittinggi yang telah memberikan pelayanan terbaik selama menjalani isolasi dan perawatan di sana.

“Kepada Bupati Agam, Nyiak Datuak Malako Nan Putiah atas kecepatan beliau menangani kami dan anak-anak kami berdua, kepada masyarakat yang mungkin terpapar karena kami, juga kepada seluruh petugas RSAM yang telah merawat kami selama 13 hari. Kami mohon dimaafkan terutama dari masyarakat yang mungkin terpapar karena kami,” ujar mereka penuh haru.

Belajar dari 2 orang pasien corona yang sembuh ini, Ketua Harian GTP2 Covid Agam, M Dt Maruhun, mengimbau seluruh pihak terkait dalam penanganan Covid-19 agar semakin meningkatkan pemantauan dan pengawasan terhadap pendatang dan perantau yang pulang kampung.

“Kepada seluruh masyarakat diharapkan tetap disiplin dengan mematuhi protokol Covid-19 yang sudah dibuat oleh Pemerintah,” imbaunya.

Sementara itu, Bupati Agam, Indra Catri Datuak Malako Nan Putiah, menyampaikan rasa syukur atas kesembuhan JN dan AG. Sekaligus mengucapkan selamat dan berharap agar pengalaman yang didapat disampaikan kepada seluruh anak kemenakan, sanak keluarga, dan handai tolan lainnya. Apalagi hari raya semakin dekat, dikhawatirkan kemungkinan terjadinya transmisi lokal akan semakin tinggi.

Baca juga :  16.000 Liter Cairan Disinfektan Disemprotkan di Jalanan Kota Padang

“Marilah kita rayakan lebaran tahun ini sambil berdo’a kepada Allah SWT, agar bencana Covid-19 ini cepat berakhir. Mari kita saling menahan diri. Nan Sakali kini bahari rayo tanpa jalang manjalang, cukup di rumah sajo, jan lupo pakai masker,” imbau Indra Catri. (oke)