Jumlah pasien positif COVID-19 di Sumatera Barat bertambah menjadi 9 orang berdasarkan hasil uji sampel di laboratorium Fakultas Kedokteran Unand. Pasien dirawat di RSUP M.Djamil Padang. Hasilnya baru keluar tadi pagi

Demikian disampaikan Kepala Biro Humas Sekretariat Provinsi Sumbar, Jasman di Padang, Senin. Jasman mengatakan pasien adalah perempuan, bagian dari tim medis yang berjibaku bertaruh nyawa untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Pesisir Selatan. Diduga, ia terjangkit setelah ada kontak dengan pasien positif lain.

Sementara itu satu pasien yang diduga terjangkit COVID-19 di Bukittinggi, dinyatakan meninggal Senin (30/3) pagi. Namun hasil pemeriksaan sampel belum keluar sehingga belum bisa dipastikan statusnya positif atau negatif.

“Yang di Bukittinggi belum terkonfirmasi positif. Baru dugaan,” ujar Jasman.

Ia berharap masyarakat tetap mematuhi imbauan dari pemerintah untuk menjaga jarak, menerapkan pola hidup sehat, sering-sering mencuci tangan dan yang penting berusaha untuk tetap di rumah.

“Kalau ada yang baru pulang bepergian dari daerah pendemi, atau baru pulang dari rantau, harus proaktif melaporkan diri ke pihak kesehatan dan isolasi mandiri selama 14 hari,” katanya.

Baca juga :  705 Sampel Swab : Positif 11 Orang, Sembuh 23 Orang dan Negatif 671 Orang

Hal itu untuk meminimalkan penyebaran coronavirus yang telah menjangkiti 9 orang di provinsi itu agar tidak bertambah.

Hingga hari ini, data dari laman https://corona.sumbarprov.go.id jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sumbar mencapai 1.898 orang. PDP sebanyak 48 orang, positif 9 orang dan satu meninggal.

Mulai hari ini, Pemprov Sumbar menerapkan pembatasan selektif bagi warga yang ingin masuk Sumbar. Seluruh “pintu masuk” ke daerah itu melalui jalan darat dijaga tim yang bertugas untuk memantau kondisi orang yang akan masuk. Jika sakit dan terindikasi COVID-19 akan segera di bawa ke lokasi karantina. (Ant)