Patung mantan PM Inggris Winston Churchill di Westminster, London dirusak para demonstran Black Live Matter tepat pada ada perayaan D-Day, pendaratan tentara sekutu ke daratan Eropa pada Perang Dunia II.

Nama Winston Churchill pada patung itu dicoret dan di bawahnya ditambah dengan tulisan “was a racist” (seorang rasis). Sebuah poster Black Live Matter juga digantungkan di Perut patung itu.

Patung Churchill yang dicoret saat demonstrasi anti-rasis di Inggris (Getty Images)

Patung  itu  menjadi target kemarahan para demonstran pada Sabtu (6/5) dan mereka memakinya dengan kata-kata kasar.

Sebuah rekaman video menunjukan sebuah kelompok kecil demonstran meneriakan “Churchill adalah seorang Rasis” dan Boris (Johnson) adalah seorang rasis.”

Aksi ini disebabkan oleh Pandangan Churchill atas superioritas kulit putih, pada saat berkuasa ia menolak mendistribusikan makanan saat kelaparan di India tahun 1943 dan komentar-komentarnya yang merendahkan Mahatma Gandhi adalah bukti bahwa ia adalah negarawan yang kejam tulis ABC Net.

Winston Churchill dikenal atas perlawanan gigihnya memimpin Inggris melawan Nazi Jerman Pada Perang Dunia II. Namun dibalik itu Churchill adalah pribadi yang kontroversial. The Independent pernah menerbitkan artikel berjudul Not his finest hour: dark side of Winston Churcill yang menyebutkan berbagai tindakannya yang menimbulkan penderitaan di Kenya, India dan Timur Tengah.

Baca juga :  Wisuda Virtual, Ini Pesan Fadly Amran untuk Lulusan STAI Imam Bonjol Padang Panjang

The Independent melaporkan spanduk bertuliskan “Kolonialisme Inggris harus disalahkan” dan “Bagaimana jika itu anakmu” terlihat saat demonstrasi.

Selain itu, The Independent melaporkan insiden lainnya juga terjadi saat para demonstran di Bristol, Inggris merobohkan patung seorang pedagang budak bernama Edward Colston dari abad ke 17 dan membuangnya ke sungai pada Minggu (7/5)..

Sebuah gambar memperlihatkan seorang demonstran menindih leher patung itu seperti apa yang dialami oleh George Floyd.

ABC Net melaporkan Ribuan orang turun ke jalan untuk menunjukan solidaritas atas kematian George Floyd di London. Namun aksi ini diwarnai bentrok dengan polisi. 14 polisi terluka dan 29 orang ditangkap ketika bentrok terjadi di dekat kediaman Perdana Menteri di Downing Street London.

Dilansir dari ABC.Net, Walikota Kota London menyebutkan kekerasan semacam itu “benar-benar tidak bisa diterima” dan meminta protes dilakukan dengan menaati hukum serta tetap menerapkan social distancing dengan menjaga jarak sejauh dua meter.

Priti Patel dari Kementerian dalam negeri mengutuk aksi vandalisme dan kekacauan yang tercela itu dan memerintahkan penyelidikan tulis Evening Standard UK. Sementara itu, melalui cuitannya di Twitter, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, menyebut bahwa aksi ini telah dirusak oleh tindakan premanisme dan telah menghianati tujuan awalnya. (Patra)

Baca juga :  Teks Pengobatan Tradisional dalam Naskah-naskah Koleksi Surau Parak Laweh Pariangan