Padang, inioke.com–Puluhan pedagang Pasar Raya Padang memprotes dilakukan tes swab serta penutupan pasar yang dilakukan Dinas Perdagangan Kota Padang.

Sejumlah pedagang yang mengatasnamakan Keluarga Besar Pedagang Kaki Lima (KBPKL) Pasar Raya berkumpul menyuarakan aspirasi mereka saat Dinas Pemadam Kebakaran melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Raya Barat Padang dan Koppas Plaza.

Melihat kerumunan pedagang, petugas Pemadam Kebakaran segera menghentikan aktivitas penyemprotan dan pergi dari lokasi.

Ketua (KBPKL) Pasar Raya Padang, Idman mengatakan, pihaknya tidak menerima karena Dinas Perdagangan Kota Padang melakukannya tanpa pemberitahuan dan sosialisasi. Idman meminta, untuk mencarikan solusi dan dilakukan musyawarah bersama-sama.

“Jangan tanpa musyawarah dilakukan seperti ini. Sebab kami sudah menderita, tidak dapat makan sudah berapa lama, kami bukan menentang keputusan pemerintah, tolong dipertimbangkan atas pemeriksaan pedagang pasar ini satu persatu,” katanya di Pasar Raya Padang, Senin (11/5).

Idman melanjutkan, keputusan pemeriksaan swab pedagang tersebut, jangan membuat kami sengsara.

“Kalau seperti ini membuat kami sengsara, sudah 1,5 bulan kami ditutup dengan instruksi tidak boleh jualan. Anggota kami sudah ada yang tidak makan, keadaan kami sudah amburadul,” sambung Idman disambut tepukan pedagang lainnya.

Baca juga :  Anggota DPR Lisda Hendrajoni siapkan Rumah Singgah untuk keluarga pasien kurang mampu di Painan

Sementara itu, Kabid Pengawasan dan Stabilitasi Harga, Dinas Perdagangan Kota Padang Heni Puspita mengatakan, terkait adanya pedagang yang masih buka, pihaknya sudah menghimbau dan sudah mengedarkan surat bahwasanya memang harus ditutup.

“Memang harus ditutup, karena ini tanggung jawab bersama, berarti himbauan kita tidak diindahkan. Terkait tes swab pedagang, kita sudah mengalokasikan ke Dinas Kesehatan Kota Padang, ada sekitar 1000 untuk pedagang Pasar Raya dan 100 untuk pedagang Pasar Bandar Buat. Kita sudah mendata, dan sudah mengusahakan kalau bisa pedagang ini pergi ke puskesmas terutama ke Puskesmas Andalas,” katanya.

Sesuai rencana pengambilan swab ditargetkan 200 pedagang per hari, dan dalam minggu ini selesai, karena ada yang tidak mengikuti bisa jadi mundur. (gyn)