Padang Pariaman, inioke.com–Para pekerja PT Bumi Sarimas Indonesia berdemonstrasi menuntut pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR). Aksi ini mereka lakukan di depan pabrik Jalan Raya Padang-Bukittinggi, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Senin, (18/5).

“Kami menuntut THR yang sampai saat ini masih belum ada kejelasannya. Sementara gaji juga masih belum diberikan sejak sebulan terakhir,” ujar salah seorang demonstran, Budi Hendriadi.

Menurutnya, pihak perushaan belum memberikan kejelasan terkait status mereka sejak pandemi Covid-19 yang melanda.

“Kami sudah dirumahkan sejak April lalu dan sudah sebulan lebih gaji kami tidak diberikan,” lanjutnya.

Dituturkannya, ia membutuhkan uang untuk kehidupan sehari-hari, terlebih untuk lebaran yang sebentar lagi akan datang.

“Kami membutuhkan uang untuk melanjutkan hidup dan untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau seperti inj, bagai mana kami akan hidup,” tutupnya.

Meredam aksi tersebut, Kapolres Padang Pariaman, AKBP Zamroni, memediasi kedua pihak, pekerja dan perusahaan. Hasil mediasi tersebut, PT Bumi Sarimas Indonesia menjanjikan akan membayar gaji sebulan yang masih terhitung menunggak.

Baca juga :  Mahyeldi dan Hendri Septa Bagikan Masker di Pasar Raya Padang

“Tadi saya dan empat orang perwakilan bapak-bapak dan ibu-ibu sudah berbicara dengan orang perusahaan. Kata mereka, hanya mampu membayarkan gaji satu bulan saja,” katanya kepada demonstran.

Sementara untuk THR yang juga dituntut oleh pekerja, menurutnya pihak perusahaan tidak mampu untuk membayarkannya.

“Untuk THR , mereka tidak mampu membayarkannya dengan alasan keuangan perusahaan yang saat ini sedang sulit,” lanjutnya.

Ia memberikan pemahaman kepada para pekerja agar bisa memahami keadaan perusahaan tempat mereka bekerja.

“Untuk THR kan belum pernah tidak dibayarkan. Setiap tahun kan dibayarkan, jadi pahamilah sedikit untuk saat ini karena dalam pandemi seperti ini,” imbaunya.

Pekerja yang mengelilingi Kapolres hanya diam dan tidak mengatakan apapun. Sementara itu, pihak perusahaan enggan untuk menemui pekerja yang menuntut hak tersebut. (ink)