Padang, inioke.com–Pembelajaran online sebenarnya bukanlah hal baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Universitas Terbuka (UT) jauh sebelum adanya pandemi Covid-19 telah melakukan pembelajaran secara jarak jauh, pada prinsipnya pelaksanaan jarak jauh tersebut diperuntukkan kepada guru-guru. Demikian disampaikan, Direktur Revolt Institute, Eka Vidya Putra, dalam diskusi online Ansor Sumatera Barat dengan tema Tantangan Pendidikan di Masa Covid-19.

Ketua Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang ini melihat dari sisi sosiologis, ada empat fase perkembangan Pendidikan di Indonesia.

“Pertama, prilaku masyarakat dalam mencari ilmu dan belajar dengan cara mendatangi rumah guru. Kedua, setelah politik etis diterapkan di Hindia Belada barulah muncul institusi pendidikan modern berupa sekolah-sekolah. Ketiga, sekolah-sekolah telah menggunakan media digital sebagai alat untuk melakukan proses belajar mengajar. Keempat Dunia pendidikan indonesia melakukan proses belajar mengajar secara daring atau online,” ujar Pemred inioke.com tersebut.

Sementara itu, Muhammad Kosim mengatakan tidak hanya pada masa pandemi ini saja namun pada kondisi normal pun orang tua harus dituntut sebagai murabbi. Sedangkan guru pada prinsipnya hanya selaku mitra orang tua dalam mendidika anak.

Baca juga :  Bupati Padang Pariaman Positif Covid-19

“Konsep murabbi, pendidik tidak hanya mengajarkan sesuatu ilmu tetapi dalam waktu yang sama mencoba mendidik rohani, jasmani, fisik, dan mental anak untuk menghayati dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari,” ungkap Pengurus Dewan Pendidikan Sumatera Barat tersebut.

Pembicara lainnya, Rimelfi mengungkapkan, secanggih apapun bentuk teknologi, tidak dapat menggantikan peran guru dalam menyentuh hati peserta didik. Hal-hal yang menjadi tantangan pendidikan di masa covid-19 yaitu, pertama tantangan untuk Pemerintah ialah mampu menyediakan fasilitas jaringan yang baik dan mumpuni dalam mendukung proses belajar mengajar pada masa pandemi sekarang.

“Kita ambil contoh di Sumatera Barat saja, di daerah-daerah pelosok ada yang tidak tersentuh jaringan internet. Bagaimana bisa kita melakukan PBM secara daring ketika jaringan internet tidak mendukung,” ujarnya.

Kedua, lanjut Rimelfi, tantangan guru, harus memiliki keterampilan teknologi, keterampilan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, keterampilan komukatif, dan keterampilan bekerjasama.

“Guru akan dianggap tidak memiliki kompetensi pada abad 21 ini apabila belum memiliki lima keterampilan tersebut,” tutur Ketua DPW AGPAI Sumatera Barat ini.

Baca juga :  Gubernur Sumbar Ingatkan Kunci Pencegahan Covid-19 Patuhi Protokol Kesehatan

Host diskusi ini, Hasan Basri, mengatakan, tema yang diusung dalam Diskusi Online Ansor ketiga ini dilatarbelakangi atas kondisi pendidikan hari ini di tengah wabah pandemi Covid-19 yang mengharuskan para peserta didik melakukan kegiatan proses belajar mengajar dilaksanakan di rumah masing-masing secara daring. (boy)