Kepolisian Hong Kong melarang pertemuan untuk memperingati peristiwa Tiananmen Square untuk pertama kalinya setelah 30 tahun.

Otoritas menyebutkan kebijakan ini berdasarkan pertimbangan kesehatan akibat coronavirus. Namun, ada ketakutan bahwa hal ini akan mengakhiri tradisi peringatan ini, karena Tiongkok menginginkan menerapkan hukum baru  di wilayah itu.

Pada 4 Juni 1989 tentara dan tank menembaki para demonstran pro-demokrasi di Beijing, menimbulkan perkiraan jumlah korban ratusan hingga ribuan orang. Pada 5 Juni 1989, seorang lelaki menghadang barisan tank yang akan menuju ke Tiananmen Square. Foto peristiwa ini menjadi ikonik sampai kini. Namun sampai sekarang tidak diketahui apa yang terjadi dengan pria itu.

Seorang pemuda menghadang barisan tank pada 5 Juni 1989 (Getty Images)

Ribuan orang di Hong Kong biasanya merayakan tragedi itu setiap tahun. Selama tiga dekade setelah peristiwa itu, kelompok pro-demokrasi menyalakan lilin untuk memperingati peristiwa itu sebagai simbol kebebasan. Tapi tahun ini –karena adanya hukum keamanan baru oleh Beijing untuk kota itu, keramaian massa dilarang.

Keberadaan pertemuan dengan menyalakan lilin telah menjadi simbol untuk menunjukan ‘sebuah negara dengan dua sistem’ masih tetap bekerja,” kata Lee Cheuk-yan, yang mengorganisasi peringatan, merujuk pada sistem otonomi Hong Kong. Ia menambahkan “Mereka (Beijing) mengindikasikan dengan jelas bahwa ‘satu negara, dua sistem’ telah berakhir,” lapor The Washington Post.

Baca juga :  Feri Amsari: Pemerintah dan KPU Terkesan Mengabaikan Kondisi di Lapangan

Pada  Kamis (4/6), pemerintah menutup Victoria Park dan menempatkan polisi anti huru-hara untuk berjaga-jaga. Sekitar 3000 polisi dikerahkan untuk menghentikan peringatan itu, lapor Al Jazeera. Selaras dengan kebijakan kesehatan, perwakilan Beijing menyiratkan tidak mentoleransi pertemuan publik.

Masyarakat Hong Kong mencari cara untuk memperingati demonstrasi di Lapangan Tiananmen, karena pemerintah melarang adanya pertemuan.

Di Tiongkok daratan, peringatan untuk hal itu dilarang dan pemerintah jarang menyebutnya dalam pernyataan mereka. Hong Kong dan Macau adalah wilayah Tiongkok yang mengizinkan peringatan atas peristiwa itu.

BBC menyebutkan beberapa orang dari kelompok pro-demokrasi menggelar peringatan di luar penjara Hong Kong pada Rabu malam (3/6)

The Hong Kong Alliance –organisasi yang mengelola peringatan, mempublikasikan rencana yang akan mereka lakukan tahun ini. Mereka meminta masyarakat untuk tetap menyalakan lilin pada pukul 20.00 waktu lokal “tak peduli dimana kamu berada”, dan diikuti dengan  aksi diam selama satu menit. Mereka juga akan mengirimkan sekelompok kecil ke Victoria untuk mengikuti kebijakan Social Distancing, lapor CNN.

Baca juga :  Ramadan Saat Pandemi di Perancis, Dayu Rindu dan Ingin Pulang ke Indonesia

Tetapi jika terdapat kelompok lain untuk tujuan itu, polisi akan bergerak, sebut South China Morning Post. (Haldi Patra)