Myanmar akan tetap menggelar pemilu pada November meskipun oposisi minta diundur. Komisi pemilihan Myanmar menyebutkan pemilihan akan tetap dilaksanakan.

Mengutip dari Reuters, seorang pejabat senior di komisi Pemilu, Myint Naing mengatakan, “Kami tidak berencana untuk menunda pemilu karena alasan Covid-19 … kami telah mempersiapkannya sehingga tidak ada yang perlu dicemaskan.”

Ia juga menambahkan akan menambah jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dari 40.000 menjadi 50.000 untuk menghindari TPS terlalu sesak. Para staff juga akan menggunakan peralatan pengaman dan pemilih akan diminta untuk mencuci tangan.

Negara itu melaporkan 671 kasus baru pada Minggu (20/8). Ini merupakan kasus harian tertinggi semenjak Maret. Secara keseluruhan Myanmar mencatat 5,541 kasus dan 92 kematian.

Minggu lalu, sebanyak 24 partai politik mengirim surat kepada komisi pemilihan mendesak mempertimbangkan pemilu. Karena adanya pembatasan, partai politik tidak bisa langsung terjun ke masyarakat. Jadi mereka harus memindahkan kebijakan kampanye ke media sosial tetapi tentu akan membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya.

Namun sejumlah kawasan di internet mengalami pemutusan jaringan internet karena adanya konflik antara tentara pemerintah dengan etnis minoritas.

Baca juga :  Antisipasi penyebaran virus corona, PLN Sumbar gelar sosialiasi

Myanmar berencana akan menyelenggarakan Pemilu pada 8 November. Sebanyak 1,100 kursi yang terdiri dari majelis rendah (Pyithu Hluttaw), majelis tinggi (Amyotha Hluttaw) dan DPRD. (patra/reuters)