Stockholm, inioke.com—Pemerintah Swedia meminta para demonstran untuk melaksanakan aksi mereka secara daring pada Kamis (4/6). Hal ini disampaikan setelah ribuan orang melanggar kebijakan pembatasan karena coronavirus dan berkumpul di ibukota untuk memprotes rasisme dan kekerasan yang dilakukan oleh Polisi.

Para demonstran menyuarakan “Black Lives Matter” berkumpul selama beberapa jam di pusat kota Stockholm dari Rabu sore untuk menunjukan dukungan terhadap George Floyd, seorang warga kulit hitam AS yang dibunuh oleh polisi.

Pandemi yang menghantam Swedia membuat perkumpulan massa lebih dari 50 orang dilarang. Ketika kematian karena COVID-19 telah menurun semenjak April.

Menteri Dalam Negeri Mikael Damberg menyatakan protes adalah hak demokratis tetapi kebijakan agensi kesehatan harus tetap dihormati.

“Saya akan meminta semua orang yang ingin memprotes rasisme untuk menggunakan media digital. Jika tidak, banyak orang akan sakit dan meninggal,” katanya dalam sebuah komentar tertulis kepada Reuters.

Lebih dari 4.500 orang meninggal karena coronavirus di Swedia, jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan negara-negara tetangganya di kawasan Nordic.

Baca juga :  Lebaran, 35 Positif COVID-19 di Sumbar

Floyd, tewas setelah ditindih oleh polisi di lehernya selama hampir sembilan menit, dan peristiwa itu memantik protes anti-rasisme terbesar di AS selama beberapa dekade terakhir. (patra/reuters)