Pesisir Selatan, inioke.com–Pendataan penerima bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau stimulan dampak COVID-19 di Kabupaten Pesisir Selatan belum rampung.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra, Mimi Rianti Zainul mengungkapkan, saat ini proses pendataan masih terus berlanjut. Ditargetkan rampung di akhir minggu kedua bulan April ini.

“Camat dan wali nagari kini tengah mendata dan memverifikasi siapa saja yang bakal dapat bantuan nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, katanya, Pemkab Pessel telah mengirimkan data 34 ribu penerima JPS dari APBD Provinsi. Jumlah itu, merupakan 15 persen di luar Data Terpadu Kemiskinan Sosial (DTKS) Pesisir Selatan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini segera cair. Besarannya Rp200 ribu masing-masing keluarga penerima,” terangnya.

Kemudian, bantuan APBD Pessel dan dana tanggap darurat nagari, jumlah keluarga penerima yang ditargetkan  31 ribu keluarga yang terdaftar dalam DTKS.

Bantuan yang akan diberikan tersebut berupa uang tunai, namun Mimi belum bisa merinci berapa nominal yang bakal diberikan. Terkait jumlah tersebut, tergantung anggaran yang tersedia. Pemkab Pessel masih menyisir Rp225 miliar APBD terkait refocusing.

Baca juga :  Cegah Penyebaran COVID-19, Nagari di Agam Buka Posko

“Dari situ nanti kita ambilkan. Nanti juga dari anggaran nagari. Porsi pembagian dengan nagari juga tengah kami hitung,” jelasnya.

Pemkab Pessel akan membicarakan kepastian jumlah anggaran ini dengan DPRD, Senin depan. Selain pembiayaan, pembicaraan juga terkait dengan kesiapan dan langkah apa saja yang bakal diambil pemerintah daerah.

Sebelumnya, Bupati Pessel Hendra Joni mengatakan, membutuhkan anggaran sebesar Rp75 miliar untuk menimalisir dan memaksimalkan penanganan penyebaran COVID-19. Selain untuk operasional, anggaran tersebut juga  untuk biaya stimulan JPS dan warga yang terdampak langsung COVID-19. Rinciannya, Rp10 miliar untuk biaya operasional dan Rp65 miliar untuk stimulan JPS. (GYN)