Payakumbuh, inioke.com—Dari 20 kasus positif Covid-19 di Payakumbuh, sebagian besar diketahui berasal dari kluster Pasar Payakumbuh. Untuk itu Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh mewacanakan untuk melakukan swab bebas terhadap ratusan pedagang di pasar tersebut.

”Kasus positif Covid-19 di Kota Payakumbuh sebagian besar masih kluster pasar. Kita akan lakukan swab bebas terhadap 100 sampai 200 pedagang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Bakhrizal, Rabu (3/6/2020).

Wacana untuk melakukan swab terhadap pedagang di Pasar Pusat Payakumbuh itu berdasarkan pengalaman di Pasar Raya Kota Padang yang menjadi kluster utama dengan total kasus positif Covid-19 paling banyak di Sumbar. “Di Pasar Raya Padang ada sekitar 220 kasus positif yang ditemukan. Itu jadi pelajaran berharga bagi kita,” terangnya.

Ia menambahkan, pengambilan sampel terhadap para pedagang baru akan dilakukan setelah ada persetujuan dari Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi. Menurutnya, petugasnya memiliki kemampuan untuk mengambil sebanyak 40 sampai 50 sampel setiap harinya.

”Untuk sosialisasinya kita langsung datangi, sampaikan tujuan dan manfaatnya. Setelah itu kita langsung lakukan pengambilan sampel,” terangnya.

Baca juga :  Dengan Kearifan Lokal Masyarakat Dharmasraya Lawan COVID-19

Menurut Bakhrizal, swab bebas menjadi salah satu pilihan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah tersebut. Apalagi, dengan semakin bertambahnya kasus positif membuat tracking biasa tidak lagi efektif dilakukan. “Tracking kontak hanya efektif untuk jumlah kasus kecil,” tukasnya. (std)