Padang, inioke.com–Plt Wali Kota Padang, Hendri Septa, meresmikan terhadap kegiatan Konservasi Kawasan Sungai Bandar Purus V, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Jumat (14/12). Kegiatan ini merupakan bahagian program sosial bersih-bersih sungai dari BRI Wilayah Padang.

Tak hanya itu, juga diresmikan program sampah menjadi duit yang juga bantuan program CsR dari salah satu Bank BUMN tersebut.

Plt Wako Padang Hendri Septa mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Padang tentu sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi khususnya kepada BRI Wilayah Padang yang telah memberikan bentuk kepedulian sosialnya bagi warga Kota Padang khususnya di kawasan Purus V, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat.

“Untuk itu, kepada semua pihak khususnya warga setempat, mari kita senantiasa menjaga beberapa bantuan yang telah kita terima dari BRI Wilayah Padang ini,” harap Plt Wako.

Hendri melanjutkan, ia pun berharap bantuan yang diberikan kali ini dapat memberikan banyak manfaat khususnya bagi warga setempat ke depan.

“Kita sama-sama menyaksikan bagaimana dari sebelum hingga sesudah dilakukannya konservasi kawasan di Sungai Bandar Purus V ini. Alhamdulillah sekarang kawasan ini jauh lebih baik, bersih dan menarik dari sebelumnya. Semoga saja hal ini mampu memberikan banyak manfaat bagi warga setempat terutama dalam peningkatan ekonomi,” imbuhnya.

Baca juga :  Mahyeldi-Audy Pendaftar Pertama Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar

Sementara itu Pimpinan Wilayah BRI Padang Wahyu Hidayat menyebutkan, Bank BRI melakukan kegiatan CSR sebagai tanggung jawab sosial BRI kepada masyarakat dan selaras dengan kepedulian Bank BRI terhadap lingkungan hidup atau dikenal dengan Konsep BRI Pro Planet. Bank BRI melakukan konservasi kawasan sungai serentak di 19 Kantor Wilayah di seluruh Indonesia dengan jangka waktu pelaksanaan program satu tahun.

“Khusus Kanwil BRI Padang kami melakukan konservasi sungai di kawasan sungai Banda Purus V yang berada di pusat Kota Padang melewati kawasan padat penduduk dengan permasalahan utama yaitu pendangkalan sungai akibat sedimentasi yang tinggi, banyaknya sampah, warna air yang hitam dan berbau,” katanya.

Ia mengatakan, ada dua skema kegiatan konservasi kawasan sungai yang pertama bersih-bersih sungai dan yang kedua sampah jadi duit. Untuk skema pertama diawali dengan kegiatan Normalisasi Sungai atau pembersihan, perbaikan dinding sungai dan pengerukan sungai secara berkala serta pembangunan fasilitas taman bermain.

“Jadi kawasan sungai yang bersih dan dilengkapi taman bermain ini bisa jadi sebuah destinasi bagi masyarakat disana untuk bisa berwisata sehingga dari sebelumnya menjadi lokasi yang dihindari orang untuk berjalan sekarang malah orang akan senang berjalan kesana dan bisa juga menjadi sarana berfoto bagi masyarakat yang melewati lokasi tersebut,” ungkapnya.

Baca juga :  CPPC-19 : Siti Nurbaya Adventure Bukti Wali Kota Padang Abai Terapkan Protokol Kesehatan

Kemudian lanjutnya, taman bermain ini juga akan dilengkapi dengan sarana kesehatan berupa tempat pejalan kaki yang bisa refleksi kaki jadi orang tua di sekitar sana bisa memanfaatkan sehingga ini jadi sisi tambahan yang akan bermanfaat bagi warga sekitar.

Selanjutnya untuk skema kedua yaitu sampah jadi duit, masyarakat diedukasi untuk menjaga lingkungan serta Bank BRI juga memberikan bantuan mesin pengolah sampah plastik yang diikuti dengan pelatihan untuk mengolah sampah rumah tangga sehingga memiliki nilai ekonomis.

“Kami memberikan mesin pencacah plastik dan sudah kita sosialisasikan juga pada masyarakat dengan menggaet pihak yang sudah berpengalaman. Kami bekerjasama dengan Bank sampah yang sudah berpengalaman dan juga memberikan sosialisasi sehingga nanti masyarakat terbiasa melakukan, mencari, atau mengambil sampah-sampah yang bisa dimanfaatkan untuk langsung diolah dan akan dijual oleh pengelola sampah sehingga mereka dapat tambahan penghasilan,” jelasnya.

Dengan adanya program konservasi sungai ini, ia berharap terciptanya kawasan yang bersih, indah dan sehat sekaligus meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitar aliran sungai.

Baca juga :  Pedagang Pasar Raya Padang Tidak Mau Tes Swab

Dalam kesempatan itu juga hadir sejumlah Kepala OPD terkait di lingkup Pemko Padang, Kepala BWS V Dian Karmila, Camat Padang Barat serta lurah dan tokoh masyarakat kelurahan setempat.(rilis)