Padang, inioke.com-Tim Satgas pencegahan Corona Pemerintah Kota Padang melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada 30 lokasi fasilitas umum. Tindakan tersebut dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Adapun fasilitas umum yang disemprot, perkantoran, masjid , kendaraan umum hingga sekolah.

Demikian disampaikan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang,  Hendra Mardhi di Padang,Rabu. Ada sepuluh pompa manual yang disiapkan untuk menyemprot fasilitas publik di Padang. Tim penyemprotan yang terdiri dari BPBD, taruna siaga bencana, dan dinas sosial. Penyemprotan dilakukan secara masif, diprioritaskan pada fasilitas umum, seperti sekolah, kampus hingga rumah sakit.

“Termasuk halte bus akan kita semprot, dan ini direncanakan akan dilakukan sekali tiga hari,” Hendra. Menurutnya, camat dan lurah yang membutuhkan disinfektan, bisa diambil di kantor BPBD Padang. Semua tersedia.

“Saat ini disinfektan yang digunakan buatan sendiri campuran antara air dengan cairan pemutih pakaian yang mengandung antiseptik,” kata dia. BPBD Padang, dalam hal ini, juga bekerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Diharapkan, masyarakat yang membutuhkan disinfektan, sebaiknya dibuat sendiri, dengan cara mencampurkan satu liter air dengan dua tutup botol cairan pemutih pakaiaj bayclin.

Baca juga :  Pak Pos Mulai Mengantarkan Bantuan JPS Pemprov Sumbar ke Rumah Masyarakat

344 Berstatus ODP Kondisi Sehat

BPBD sekaitan wabah Corona, juga melakukan sosialisasi dan memberi infromasi terkait hal-hal penyebaran corona, dengan tujuang masyarakat bisa melakukan antisipasi. Termasuk mengingatkan bagaimana pentingnya hidup bersih, dan berupaya terhindar dari Corona.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani, sebelumnya Dinasnyamencatat hingga 18 Maret 2020 belum ada warganya yang positif terjangkit Corona Virus Disease (COVID-19). Dan, dari 344 warga Padang yang berstatus Orang Dengan Pemantauan (ODP) hingga saat ini, semuanya dalam kondisi sehat.

Sebagai informasi, orang dengan pemantauan adalah mereka yang baru saja bepergian ke daerah yang terjangkit corona, namun tidak sakit dan saat kedatangan di bandara kondisi suhu tubuhnya normal. Sementara orang dengan status pasien dalam pengawasan adalah orang yang menunjukan gejala corona seperti demam, batuk, pilek dan sesak nafas. Sedangkan suspect adalah pasien yang menunjukan gejala corona dan diduga melakukan kontak dengan pasien positif.

Ia menyampaikan, jika pasien positif, maka akan diperiksa spesimennya yaitu polymerase chain dan genome sequencing.(*)

Baca juga :  Komisi I DPRD Sumbar Puji Pemerintah Nagari Kumanis dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Pewarta : Ikhwan Wahyudi

Editor: Mario Sofia Nasution

COPYRIGHT © ANTARA 2020a