Padang, inioke.com—Pemprov Sumbar akan mengusulkan Kota Padang dan Bukittinggi untuk diterapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Usulan tersebut akan disampaikan ke Menteri Kesehatan dengan pertimbangan banyaknya jumlah pasien yang terkena virus corona atau COVID-19.

“Dari hasil kajian kita untuk PSBB, Padang dan Bukittinggi yang mungkin memenuhi syarat. Sementara untuk 17 kabupaten dan kota lainnya dianggap belum memenuhi syarat,” ucap Irwan Prayitno, saat rapat percepatan pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19 di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (13/4).

Menurut Irwan, untuk mengusulkan PSBB ke Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan COVID-19, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Syarat itu saat ini sedang dikaji oleh berbagai pihak termasuk dari akademisi dan Badan Litbang Sumbar.

“Banyak kategori yang harus dikaji, di antara syaratnya adalah jumlah peningkatan pasien positif COVID-19. Dimana hingga kemaren menurut data ada 44 pasien positif Covid-19 di Sumbar dan yang paling banyak adalah Padang dan Bukittinggi,” jelas Irwan.

Baca juga :  Rusia Peringati Kemenangan di Perang Dunia II

Kemudian, lanjut Irwan, walaupun ada kabupaten kota lain ingin status daerahnya PSBB, agar segera menyiapkan draft dan kajiannya. Namun untuk kedua daerah tersebut, Pemprov akan memfasilitasi ke Menteri Kesehatan RI.

Beberapa kriteria yang harus dipenuhi daerah di antaranya jumlah dan kasus kematian, serta adanya epidemiologi di tempat lain yang berkoneksi dengan daerah yang akan mengajukan PSBB. Selain itu juga harus menyiapkan data-data pendukung di antaranya mengenai peningkatan kasus dan waktu kurva epidemiologi termasuk peta penyebaran menurut kurva waktu.

“Yang terpenting pemerintah menyediakan kebutuhan hidup dasar bagi masyarakat karena PSBB membatasi masyarakat untuk ke luar rumah. Perlu adanya jaringan pengaman sosial selama PSBB dilakukan. Insya Allah besok kita rapat lagi. Mudah- mudahan hari ini, Kota Padang dan Bukittinggi siap dan sudah ada persiapan yang matang sehingga besok kita putuskan untuk diusulkan,” ujar Irwan Prayitno.

Selain itu, Pemprov Sumbar telah menyediakan tempat isolasi ODP atau PDP, totalnya ada 465 tempat tidur dari beberapa gedung di Sumbar. Menurut Gubernur, perkiraan puncak penyebaran virus corona di Sumbar diprediksi terjadi pada bulan Mei 2020. Kemudian mulai menurun pada Agustus. (ION/rel)

Baca juga :  Wawako Hendri Septa Saksi Pencanangan Zona Integritas WBK dan WBBM oleh BPS Kota Padang