Padang, inioke.com–Ruangan yang sempit dan melihat pasien meninggal membuat pasien isolasi Covid-19 mengalami stres di rumah sakit. Solusinya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sedang mempersiapkan Rumah Sakit Jiwa HB Saanin Padang untuk rumah sakit rujukan pasien corona atau COVID-19.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan, keputusan tersebut diambil kerena dalam perawatan di rumah sakit saat ini banyak pasien mengalami stres tinggi.

Sedangkan di HB Saanin ruangannya lebih luas sehingga pasien bisa leluasa beraktivitas.

“Semua ini diakibatkan pasien stres dan lemah karena imunnya turun. Padahal imunnya harus meningkat demi sembuh dari corona,” jelasnya.

Dilanjutkannya, banyak cerita dari pasien yang dirawat di ruangan rumah sakit dengan status positif. Sudah dilakukan 6 kali tes swab tetap saja menunjukan hasil positif.

Tetapi setelah diisolasi mandiri di rumah dalam waktu tiga hari pasien menampakan perubahan yang baik. Pertama kali tes langsung negatif, hingga tiga kali tes tetap negatif dan akhirnya sembuh.

“Kemungkinan karena tempatnya terkurung, ukuran ruangan cuma 2 x 3 meter, tidak bisa kemana-mana, di sana juga ada pasien yang meninggal, akhirnya stres tinggi, imunnya jadi turun,” ungkap Gubernur. (gyn)

Baca juga :  Jurusan Teknik Elektro Unand Peduli Tenaga Kesehatan di Kota Padang