Padang, inioke.com– Penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat kian hari semakin memprihatinkan. Hingga Kamis, 14 Mei 2020, berdasarkan Data Pantauan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, jumlah warga Sumatera Barat yang terjangkit Covid-19 mencapai 371 orang. Tercatat 32 kasus tambahan dibanding sehari sebelumnya.

Dari 371 kasus positif tersebut, 21 orang meninggal dan 86 dinyatakan sembuh.

Direktur Eksekutif JEMARI Sakato, Robi Syafwar, menyebut bahwa para pemangku kepentingan perlu melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan masyarakat dalam menghadapi Covid-19 ini.

“Peningkatan pasien positif Covid-19 di Sumbar adalah momentum tepat bagi semua pihak untuk melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari kesadaran, regulasi, sampai dengan pendampingan kepada masyarakat. Pasalnya, pandemi yang berlangsung cukup lama ini dapat mengakibatkan masyarakat jenuh sehingga berpengaruh kepada mental masyarakat dan juga akan berakibat pada pelonggaran berbagai protokol untuk penyelamatan Covid-19 oleh masyarakat itu sendiri”, ujar Robi Syafwar dalam diskusi virtual “Strategi Kesehatan Mental Masyarakat Pada Musim Pandemi Covid-19” yang diselenggarakan JEMARI Sakato pada Kamis, 14 Mei 2020.

Baca juga :  Perwakilan BEM Sumbar Sampaikan Aspirasi Tolak RUU HIP ke DPRD Sumbar

Robi Syafwar juga menegaskan bahwa sudah saatnya pemerintah membuat regulasi untuk menghadapi Covid-19 dengan lebih komprehensif bukan sekadar imbauan belaka. Menurut Robi, hal ini bertujuan untuk mempermudah banyak pihak dalam berkolaborasi terkait penanganan Covid-19 khususnya di Sumbar, mulai dari pusat sampai ke level tapak.

Hal serupa dituturkan oleh Zera Mendoza, ketua Himpunan Psikolog Indonesia wilayah Sumbar yang bertindak sebagai Narasumber dalam diskusi virtual tersebut. Menurut Zera, kebingungan dan durasi pandemi yang tidak bisa diprediksi dikhawatirkan akan menimbulkan kejenuhan dan akhirnya bisa menyebabkan “kurang awas”.

Kegiatan diskusi online yang diselenggarakan JEMARI Sakato ini digagas sebagai respon atas kecederungan kebijakan yang justru semakin membingungkan masyarakat ditengah semakin massifnya penyebaran Covid-19, terutama di Sumatera Barat. (Rel)