Padang, inioke.com—Lima belas orang penerima beasiswa jurnalistik inioke-BRI melakukan praktik reportase ke kawasan kota tua Padang. Praktik reportase ini merupakan bagian dari pelatihan jurnalistik yang sudah dilaksanakan beberapa minggu belakangan.

Para penerima beasiswa tersebut mengelilingi kota tua di kawasan Batang Arau dan Pondok untuk mengenali satu persatu bangunan bersejarah yang ada di sana. Mereka dipandu oleh Koordinator Padang Heritage, Bayu Haryanto, sembari mengenalkan gedung-gedung peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri di kawasan kota tua itu.

Menurut Bayu, program praktik reportase kota tua ini sangat penting, karena calon reporter yang dididik diperkenalkan kepada fakta sejarah yang langsung ditelusurinya.  Melihat antusias dan kritisnya para peserta, Bayu pun bersemangat memandu mereka berkeliling.

“Program beasiswa jurnalistik ini bakal melahirkan jurnalis yang penulis juga kritis,” kata Bayu yang akrab disapa Ubay.

Sementara itu, Koordinator Program Beasiswa inioke-BRI, Zaqrona Samran, mengatakan program reportase kota tua ini merupakan pengembangan dari program kelas jurnalistik untuk memahami kerja lapangan seorang jurnalis dan mempraktikan dalam penulisan konsep 5W+1H.

Baca juga :  Bupati Padang Pariaman Positif Covid-19

“Program beasiswa jurnalistik ini dilaksanakan dengan metode 30 persen pertemuan dalam kelas untuk memahami teori, sisanya praktek lapangan,” ujarnya.

Program reportase kota tua ini turut didampingi salah seorang mentor pelatihan beasiswa jurnalistik inioke-BRI, Yusrizal KW. Menurutnya, ini bagian pengembangan dari materi prosa jurnalistik yang diajarkan di kelas.

“Kegiatan ini mewadahi para calon jurnalis yang ikut kelas jurnalistik menemukan data dan fakta lapangan, serta mencari ide-ide pengembangan karya jurnalistik yang tidak semata dalam bentuk hard news. Sekaligus mengasah kepekaan mereka terhadap sejarah, lingkungan, dan fakta-fakta sosial,” pungkasnya. (ioc)