Padang, inioke.com–Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mulyadi-Ali Mukhni (Mualim), mengembalikan surat dukungan dari PDIP. Hal ini menyusul komentar kontroversi yang dilontarkan ketua DPP PDIP, Puan Maharani terkait Sumatera Barat.

“Ya tadi kami sudah sepakati bersama pak Mulyadi, kita mengembalikan SK dukungan dari PDIP, jadi Mulyadi-Ali Mukhni hanya diusung oleh Demokrat dan PAN,” ujar Ali Mukhni, saat dihubungi media, Jumat, 4 September 2020 malam.

Ali Mukhni mengakui langkah ini diambil karena banyaknya desakan dari masyarakat Sumbar baik yang di ranah maupun yang di rantau yang merasa kecewa dengan pernyataan Puan Maharani.

“Memang banyak tokoh masyarakat Minang yang telpon saya menyampaikan kekecewaan terhadap penyataan Mbak Puan,” terangnya.

Sementara itu, pengamat politik, Edi Indrizal, menilai keputusan ini sebagai langkah tepat dan bijak. Sekaligus memperlihatkan karakter kepemimpinan Mulyadi-Ali Mukhni yang responsif dan mau mendengar aspirasi masyarakat yang terlanjur kecewa dengan penyataan ketua DPP PDIP Puan Maharani.

“Mencermati dinamika politik last minute pilgub Sumbar, saya menilai keputusan Mualim itu merupakan sebuah sikap tepat dan strategis. Mualim tampak menunjukkan karakter keputusan kepemimpinannya yang responsif benar-benar memperhatikan aspirasi rakyat dan tegas serta berani mengambil keputusan,” ujar Edi Indrizal, Sabtu, (5/9).

Baca juga :  Pulang dari Ambon, Seorang Warga Tanah Datar Positif COVID-19

Edi Indrizal mengatakan jika langkah ini tidak segera diambil, dukungan PDIP itu malah bisa semakin menjadi beban bagi Mualim dalam Pilkada ini.

“Bagaimanapun juga realitas politik lokal Sumbar dalam hubungannya dengan pusat, terdapat semacam resistensi terharap PDIP dan semakin sensitif jika menyinggung soal ideologi, hal mana telah sangat jelas berpengruh pada Pilpres dan Pileg serentak 2019 lalu, dan residunya pun hingga kini masih kental tersisa, apalagi jika menyentuh persoalan ideologi yang merupakan zona rawan atau zona sensitif dalam politik lokal Sumbar,” terang Koordinator Indikator Politik Indonesia Sumbar, Riau, Kepri, Jambi ini.

Edi menyayangkan sikap PDIP yang tampak belum kunjung memahami akar permasalahan ini. Edi memperkirakan kondisi ini akan menguatkan insentif politik bagi dukungan masyarakat kepada Mulyadi-Ali Mukhni.

“Bagi masyarakat Sumbar tentu saja hal ini menambah pertimbangan logis semakin menguatkan dukungan kepada pasangan Mulyadi–Ali Mukhni,” pungkas dosen FISIP Unand ini. (ioc)